SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Tentang Kondisi Lingkungan Fisik Akibat Kegiatan Industri Kerajinan Genteng Di Kabupaten Tulungagung

Nining Dwi Astuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Astuti, Nining Dwi. 2013. Studi Tentang Kondisi Lingkungan Fisik Akibat Kegiatan Industri Kerajinan Genteng Di Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Dr. Budijanto, M.Sos.

 

Kata Kunci: industri genteng, lingkungan fisik

 

Observasi awal dan kedua peneliti menunjukkan bahwa industri kerajinan genteng mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan fisik di Kabupaten Tulungagung. Kerusakan dan pencemaran lingkungan fisik diakibatkan oleh kegiatan penambangan tanah liat dan kegiatan pembakaran genteng. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kerusakan lahan penambangan tanah liat dan pencemaran udara oleh Gas Karbon Monoksida dengan bahan bakar kayu.

Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Boyolangu, Gondang, Ngunut, dan Campurdarat dengan tujuan untuk mengidentifikasi kerusakan dan pencemaran lingkungan fisik di daerah penelitian. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, serta observasi melalui teknik pengukuran di lapangan dan konversi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif melalui teknik tabulasi tunggal dan scoring (pemberian nilai).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lahan penambangan tanah liat di Desa Pojok (Kecamatan Campurdarat), Desa Sidem (Kecamatan Gondang), dan Desa Kaliwungu (Kecamatan Ngunut) berada pada skala sedang. Kedalaman muka air tanah (air sumur) warga Desa Kaliwungu (Kecamatan Ngunut) mengalami penurunan. Tingkat pencemaran udara oleh Gas Karbon Monoksida dengan bahan bakar kayu yang berasal dari Desa Ngranti (Kecamatan Boyolangu)  dan Desa Notorejo (Kecamatan Gondang) berada pada skala sedang, sedangkan yang berasal dari Desa Sumberingin Kulon (Kecamatan Ngunut) berada pada skala tinggi. Diharapkan pemerintah daerah melakukan pengawasan secara berkala berkaitan dengan kegiatan penambangan tanah liat dan pembakaran genteng. Masyarakat pengrajin genteng hendaknya melakukan kegiatan penambangan tanah liat sesuai dengan kriteria yang berlaku dan mengurangi jumlah genteng yang dibakar dengan intensitas pembakarannya tetap.