SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Tingkat Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Penambangan Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Ponorogo

Muaddib Ulil Azma

Abstrak


ABSTRAK

 

Azma, Muaddib Ulil. Tingkat Kerusakan Lingkungan Akibat Aktivitas Penambangan Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si. (2) Purwanto, S.Pd, M.Si.

 

Kata kunci: tingkat kerusakan lingkungan, penambangan, bahan galian golongan  C

 

Kabupaten Ponorogo mempunyai potensi bahan galian golongan C yang tinggi. Potensi tersebut sudah ditambang oleh masyarakat sekitar lokasi tambang dengan menggunakan metode tambang terbuka (open cut mining). Kegiatan penambangan yang dilakukan menyebabkan adanya kerusakan lingkungan seperti kerusakan tubuh tanah berupa hilangnya top soil. Kerusakan tubuh tanah menyebabkan hilangnya media tumbuh tanaman sehingga merusak vegetasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan penelitian mengenai tingkat kerusakan lingkungan penambangan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan lingkungan akibat aktivitas penambangan bahan galian golongan C pada lokasi penambangan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan tingkat kerusakan lingkungan pada masing-masing lokasi, bisa diuraikan faktor-faktor yang mempertinggi dan memperendah tingkat kerusakan lingkungan.

Jenis peneltian ini adalah penelitian survey dengan analisis deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode pengukuran langsung. Populasi penelitian adalah 14 lokasi Ijin Usaha Penambangan (IUP). Sampel diambil menggunakan metode purpossive sampling. Enam lokasi menjadi sampel penelitian, yaitu tiga lokasi yang berada di Kecamatan Jenangan, dua lokasi ada di Kecamatan Ngebel, dan satu lokasi ada di Kecamatan Pulung. Jenis data data berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan cara observasi, pengukuran, dan dokumentasi. Data mengenai kerusakan lingkungan didapat dari hasil survei kemudian dianalisis menggunakan cara pengharkatan (scoring) berdasarkan kriteria kerusakan lingkungan. Pengharkatan dilakukan pada masing-masing variabel tingkat kerusakan. Variabel tingkat kerusakan yang dimaksud adalah teknik penambangan, kecepatan penambangan, kedalaman tebing galian, luas lubang galian, perbedaan relief dasar galian, sifat batuan penyusun tebing galian, kemiringan tebing galian, pengelolaan top soil dan overburden, tutupan vegetasi, dan upaya reklamasi.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa enam lokasi penambangan bahan galian golongan C di Kabupaten Ponorogo mempunyai tingkat kerusakan lingkungan kategori berat dan satu lokasi mempunyai tingkat kerusakan lingkungan kategori sedang. Lokasi penambangan yang masuk dalam kriteria kerusakan lingkungan tingkat sedang adalah lokasi III yang berada di Ngrogung, Kecamatan Jenangan. Lokasi penambangan yang masuk dalam kriteria kerusakan lingkungan tingkat berat adalah di lokasi I yang berada di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung; lokasi II yang berada di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel; lokasi IV dan V yang berada di Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan.