SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA TAMANSISWA (TAMAN MADYA) MALANG

Apriliana Dwi Krisdinawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Krisdinawati, Apriliana Dwi 2013. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS di SMA Taman siswa (Taman Madya) Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si, (II) Drs. DwiyonoHariUtomo, M.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci:Model Problem Based Learning (PBL), keaktifan, hasil belajar.

 

Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik sehingga proses pembelajaran menghasilkan perubahan keterampilan dan sikap peserta didik atau hasil belajar peserta didik. Berdasarkan observasi awal terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik XI IPS di SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang, pengamatan terhadap keaktifan belajar peserta didik masih rendah yaitu 10,3%. Sedangkan dokumentasi mengenai hasil belajar peserta didik didasarkan pada hasil nilai UTS semester genap 2012-2013, ketuntasan klasikal hasil belajar masih rendah hanya mencapai 6,9%.

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan danhasil belajar peserta didik dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Kegiatan pembelajaran menggunakan Problem Based Learning (PBL) melalui lima tahapan, yaitu: 1) Orientasi peserta didik terhadap permasalahan, 2) Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, 3) Melakukan identifikasi permasalahan secara kelompok, 4) Mempresentasikan hasil diskusi kelompok, 5) Melakukan analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini seluruh peserta didik kelas XI IPS di SMA Tamansiswa (Taman Madya) Malang dengan jumlah 29 peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2013.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata keaktifan belajar peserta didik mengalami peningkatan tiap siklusnya. Nilai rata-rata keaktifan belajar peserta didik pra tindakan sebesar 52,14 meningkat pada Siklus I mencapai 58,35 dengan gain score 6,21 atau meningkat sebesar 11,9%. Nilai rata-rata keaktifan belajar peserta didik Siklus I sebesar 58,35 meningkat pada Siklus II  mencapai 70,29 dengan gain score 11,94 atau meningkat sebesar 20,46%. Selain keaktifan belajar, nilai rata-rata hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan tiap siklusnya. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pra tindakan sebesar 59,89 meningkat pada Siklus I menjadi 66,21 dengan gain score 6,32 atau meningkat sebesar 10,55%. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik Siklus I sebesar 66,21 meningkat pada Siklus II  mencapai 77,54 dengan gain score 11,33 atau meningkat sebesar 17,11%.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keaktifan peserta didik. Tahapan demi tahapan dalam Problem Based Learning (PBL) berkaitan langsung dengan enam indikator keaktifan yaitu visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, mental activities, dan emotional activities.Selain meningkatkan keaktifan, penerapan model Problem Based Learning (PBL) juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi.Tahapan demi tahapan dalam Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta didik terhadap permasalahan lingkungan sekitar.

Penerapan model Problem Based Learning (PBL)dalam kegiatan pembelajaran dapat mendorong peserta didik untuk aktif memahami masalah dunia nyata disertai solusi pemecahan masalah sehingga hasil belajar peserta didik lebih bermakna.Berdasarkan hasil penelitian ini, maka disarankankepadapara guru geografiuntuk mencoba menerapkan model Problem Based Learning agar kualitas pembelajaran geografi semakin meningkat. Pihak sekolah seyogyanya memberikan movitasi guru untuk melakukan Penelitin Tindakan Kelas dan memfasilitasi kebutuhan peserta didik untuk belajar. Kepada peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan materi pembelajaran lain dan variabel yang berbeda.