SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X-10 Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lawang

Wahida Nur Winaryani

Abstrak


ABSTRAK

 

Winaryani, Wahida Nur. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas X-10 Mata Pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M.Si, (II) Dr. I Komang Astina, M.S.

 

Kata Kunci: Numbered Heads Together, Kemampuan Komunikasi.

 

Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi siswa kelas X-10 di SMA Negeri 1 Lawang rendah. Hal ini tampak pada rata-rata kemampuan komunikasi pra tindakan siswa sebesar 38. Ada beberapa kelemahan yang mempengaruhi rendahnya kemampuan komunikasi siswa yaitu (1) siswa kurang aktif dalam berkomunikasi dengan siswa lainnya, (2) siswa malu bertanya tentang materi yang belum dimengerti, (3) kurang terjalinnya komunikasi antara siswa satu dengan siswa lainnya, dapat dilihat saat proses diskusi, kebanyakan siswa yang pandai yang berperan dalam menyumbangkan gagasan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa adalah model Numbered Heads Together (NHT).

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam mengungkapkan gagasan atau pendapat dengan menerapkan pembelajaran NHT. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus pembelajaran dan masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Tahapan tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Metode yang digunakan dalam pembelajaran adalah diskusi dan tanya jawab yang berpusat pada siswa dengan menggunakan model NHT. NHT merupakan model pembelajaran koperatif yang terdiri dari empat langkah sebagai berikut: (1) penomoran (numbering), (2) pengajuan pertanyaan (questioning), (3) berpikir bersama (head together), dan (4) pemberian jawaban (answering).

Hasil yang diperoleh yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif model NHT dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dari pra tindakan, siklus I, hingga siklus II. Hal tersebut terlihat pada rata-rata kemampuan komunikasi siswa yang semakin meningkat dari pra tindakan sebesar 38, siklus I sebesar 65, dan siklus II sebesar 79. Dengan demikian disarankan kepada guru geografi untuk menggunakan model NHT sebagai salah satu alternatif dalam melaksanakan proses pembelajaran geografi untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Bagi peneliti lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengadakan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran NHT untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa pada materi pembelajaran yang lain.