SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 KEDIRI

Melina Oktaviani

Abstrak


ABSTRAK

 

Oktaviani, Melina. 2013. Perbandingan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dan Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Kediri. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (2) Drs. J. P. Buranda, M.Si

 

Kata kunci:  Group Investigation, Problem Based Learning, berpikir kritis

 

Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat mendukung siswa untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) melalui pengamatan langsung kepada objek sesungguhnya adalah model pembelajaran Group Investigation (GI) dan Problem Based Learning (PBL). Kedua model pembelajaran ini memiliki karakteristik yang hampir sama. Perbedaanya adalah penentuan topik atau tema permasalahan yang akan dipelajari pada model pembelajaran Group Investigation ditentukan oleh siswa, sedangkan pada model pembelajaran Problem Based Learning siswa harus memberikan solusi terkait permasalahan yang diberikan oleh guru. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa yang diperlakukan dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning mengalami peningkatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment with Pre-test Post-test Group Design dengan dua kelompok subyek penelitian yang memiliki kemampuan sama (homogen). Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Kediri. Sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPS 1 yang mendapatkan perlakuan model Group Investigation dan kelas XI IPS 3 yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran Problem Based Learning. Penilaian kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan pre-test dan post-test yang telah divalidasi dan uji reliabilitas. Analisa yang digunakan adalah Independent sampel t-test.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran Problem Based Learning. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal tersebut terbukti dari rata-rata gain score yang menunjukkan kelas model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi yaitu 84,03 dibandingkan dengan kelas model pembelajaran Problem Based Learning sebesar 79,90. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran dapat digunakan sebagai referensi oleh guru mata pelajaran Geografi sebagai variasi pembelajaran.