SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Prediksi Laju Erosi Pasca Penebangan Hutan Jati Menjadi Tegalan Tanaman Jagung dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) di DAS Brantas Hulu Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Yanuar Surya

Abstrak


ABSTRAK

 

Surya, Yanuar. 2013. Prediksi Laju Erosi Pasca Penebangan Hutan Jati Menjadi Tegalan Tanaman Jagung dengan Menggunakan Model Water Erosion Prediction Project (WEPP) di DAS Brantas Hulu Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si

 

Kata kunci: laju erosi, eksperimen, model WEPP, uji validasi

 

Erosi sebagai salah satu penyebab kerusakan daerah aliran sungai (DAS) tidak hanya terjadi pada daerah hulu, tetapi juga di daerah yang dilaluinya (tengah) dan daerah hilir. Proses pelepasan, pemindahan, dan pengendapan lapisan tanah sangat rentan terjadi di DAS bagian hulu sehingga menyebabkan penurunan kualitas tanah. Lokasi penelitian, DAS Brantas Hulu Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang memiliki topografi yang bervariasi dari berombak sampai bergunung dengan kemiringan lereng antara 4˚ sampai 35˚. Luasan bentuk wilayah berombak sampai berbukit sebesar 75% dan yang berbukit sampai bergunung sebesar 25%. Sementara untuk hutan jati hanya dapat dijumpai pada lereng-lereng bertopografi kasar.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana validitas model WEPP dan memprediksi besarnya laju erosi berdasarkan model WEPP di DAS Brantas Hulu Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Data primer berupa sampel tanah, curah hujan, hasil sedimen terangkut, panjang dan kemiringan lereng. Sedangkan data sekunder berupa peta administrasi, RTRW, dan curah hujan Kalipare tahun 2003-2012. Titik sampel yang diteliti adalah titik-titik yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling yaitu sampel yang sudah ditentukan untuk disesuaikan dengan pertimbangan dan tujuan pada lokasi penelitian. Kemiringan lereng terbagi menjadi tiga bagian yaitu AKK 23 %, AKK 31 %, dan AKK 32,6 %.

Hasil penelitian menunjukkan dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, berdasarkan uji validasi yang telah dilakukan terhadap variabel dalam perhitungan laju erosi didapati terdapat hubungan antara model WEPP dan model plot dengan nilai korelasi sebesar 0,949. Nilai sig 0.093, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara model WEPP dan model plot, sehingga model yang diajukan yaitu WEPP dapat dikatakan valid (nilai sig > 0,05 è tidak signifikan). Kedua, prediksi laju erosi selama satu tahun berdasarkan model WEPP dengan rata-rata curah hujan tahunan setebal 5210,3 mm dan rata-rata aliran limpasan tahunan sebesar 2974,2 mm menghasilkan nilai laju erosi sebesar 24,857 kg/m2/tahun atau 23,017582 ton/ha/tahun dengan daerah tangkapan air 9,26 ha. Hasil perhitungan laju erosi dengan menggunakan model WEPP di DAS Brantas Hulu Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang ini tergolong tinggi.