SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dengan Problem Based Learning (PBL) terhadap Berpikir Kreatif Siswa SMA pada Mata Pelajaran Geografi

Misbahul Bakhtiar Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Misbahul Bakhtiar. 2013. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) dengan Problem Based Learning (PBL) terhadap Berpikir Kreatif siswa SMA pada Mata Pelajaran Gografi. Skripsi, Jurusan Geografi, FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Achmad Amirudin, M.Pd, (II) Dr. Budijanto, M.Sos

 

Kata kunci: Model Pembelajaran Group Investigation, Model Pembelajaran Problem Based Learning, Berpikir Kreatif.

 

Fakta pembelajaran saat ini masih berpusat pada guru (teacher centered), text book, oriented. Salah satu model pembelajaran yang dapat mendukung siswa untuk melakukan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) adalah model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning terhadap berpikir kreatif siswa SMA pada mata pelajaran Geografi.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment with Pre-test Post-test Group Design dengan dua kelompok subyek penelitian yang memiliki kemampuan sama (homogen). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lumajang. Sampel penelitian yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI IPS 2 yang mendapatkan perlakuan model Group Investigation dan kelas XI IPS 3 yang mendapatkan perlakuan model Problem Based Learning. Penilaian berpikir kreatif menggunakan pre-test dan post-test yang telah divalidasi, uji reliabilitas, uji tingkat kesukaran dan uji daya beda. Analisis yang digunakan adalah Independent Sampel T-Test.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan berpikir kreatif siswa antara penggunaan model pembelajaran Group Investigation dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation lebih unggul dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal tersebut terbukti dari hasil rata-rata berpikir kreatif kelas model Group Investigation lebih tinggi yaitu 81,49 dibandingkan dengan kelas model Problem Based Learning sebesar 77,36. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran dapat digunakan sebagai referensi oleh guru mata pelajaran geografi sebagai variasi pembelajaran.

Disarankan bagi guru mata pelajaran geografi untuk menerapkan model Group Investigation dan Problem Based Learning agar tercipta pembelajaran yang bervariasi dan dapat menunjang kemampuan yang dimiliki siswa untuk berpikir kreatif. Bagi sekolah disarankan untuk dapat memfasilitasi terlaksananya model pembelajaran Group Investigation dan Problem Based Learning dengan cara mengadakan pelatihan terkait model-model pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran inovatif.