SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X-F SEMESTER II SMA NEGERI 1 SARADAN KABUPATEN MADIUN

ENDAH WAHYUNINGSIH

Abstrak


ABSTRAK

 

Wahyuningsih, Endah. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X-F Semester II SMA Negeri 1 Saradan Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Achmad Amirudin, M. Pd, (2) Drs. Johanes Paluin Buranda, M. Si.

 

Kata Kunci : model pembelajaran TSTS, keaktifan, hasil belajar geografi

 

Hasil observasi awal yang dilakukan tanggal 5 Maret 2013 diketahui bahwa guru masih menjadi subjek dalam pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru mata pelajaran, siswa hanya duduk, mendengarkan, dan mencatat. Alasan memilih kelas X-F yaitu terdapat beberapa siswa yang belum tuntas karena mendapat nilai dibawah KKM yaitu ≥75. Selain itu, keaktifan siswa juga cenderung masih rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Salah satunya dengan penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS).

Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi siswa kelas X-F SMA Negeri 1 Saradan Kabupaten Madiun dengan menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dan minimal dilakukan dua siklus. Penelitian tindakan kelas ini, terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan kegiatan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas X-F SMA Negeri 1 Saradan dengan jumlah 21 siswa, pada materi Menganalisis Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi setelah pelaksanaan proses pembelajaran TSTS siklus I dan siklus II. Rata-rata keaktifan siswa sebelum tindakan sebesar 44,11, siklus I sebesar 62,66, siklus II sebesar 75,44. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu hasil belajar rata-rata kelas sebelum tindakan sebesar 72,81, siklus I sebesar 74,95, siklus II sebesar 81,33. Secara umum dalam penerapan model pembelajaran TSTS sudah baik, namun masih memerlukan pembenahan pada beberapa tahapan pembelajaran model TSTS tersebut.