SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Keluarga Anak Putus Sekolah Suku Tengger (Studi Kasus Desa Ranu Pani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang)

Eriska Alvia Pertiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pertiwi, Eriska Alvia. 2013. Karakteristik Keluarga Anak Putus Sekolah Dasar Suku Tengger (Studi Kasus Desa Ranu Pani Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang). Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr. I Nyoman Ruja, S.U, (2)Dr. Budijanto, M.Sos

 

Kata Kunci: Karakteristik Putus Sekolah

 

Tidak semua program yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan berjalan dengan lancar. Ada saja hambatan dalam pelaksanaannya. Ketidakmerataan peningkatan mutu pendidikan tersebut dibuktikan disalah satu desa di Kabupaten Lumajang Kecamatan Senduro, yakni Desa Ranu Pani. Desa Ranu Pani adalah desa yang memiliki anak putus sekolah dasar terbanyak dibandingkan dengan desa-desa lain di Kecamatan Senduro. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat pendidikan orangtua yang memiliki anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani (2) mengetahui tingkat pendapatan orangtua yang memiliki anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani (3) mengetahui beban tanggungan keluarga yang memiliki anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani (4) mengetahui kondisi aksesibilitas anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani (5) mengetahui persepsi kepala keluarga mengenai pendidikan di Desa Ranu Pani.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak putus sekolah dasar dengan jumlah 282 anak. Sampel responden diambil sebanyak 100 responden. Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data tabulasi tunggal dalam bentuk persentase.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan orangtua anak putus sekolah dasar di Desa Ranu Pani cukup rendah, yakni mayoritas hanya sebatas SD. Sehingga menyebabkan pendapatan yang diperoleh kepala keluarga rendah belum lagi ditambah beban keluarga 5-6 orang dalam satu keluarga. Adapun penyebab lain anak tersebut putus sekolah dasar karena jarak rumah yang jauh ke sekolah, cara tempuh dengan berjalan kaki, dan waktu tempuh yang lama menyebabkan anak mengalami kelelahan fisik, dan persepsi orangtua yang menganggap pendidikan tidak penting juga menjadi penyebab anak putus sekolah.