SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Co-Op Co-Op dan STAD Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2012/2013.

Septia Kusumaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusumaningrum, Septia. 2013. Studi Komparasi Penggunaan Model Pembelajaran Co-Op Co-Op dan STAD Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Pd, M. Si., (2) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.

 

Kata Kunci : model pembelajaran Co-Op Co-Op, model pembelajaran STAD hasil belajar.

 

Nilai hasil belajar dari ulangan sebelumnya di kelas X SMA Laboratorium UM Malang menunjukkan ketuntasan belajar yang cukup rendah. Siswa X4 yang memiliki nilai di bawah SKM sebesar 52% atau sebanyak 23 siswa dengan rata-rata kelasnya sebesar 73,5. Kelas X6 yang tidak mencapai SKM ada 47% atau sebanyak 21 siswa dengan rata-rata kelasnya sebesar 74,5. Berdasarkan keterangan guru, dalam melakukan pembelajaran guru menggunakan model ceramah dan 1 bulan sekali menggunakan pembelajaran kooperatif model STAD. Siswa kelas X SMA Laboratorium UM memiliki karakteristik individual yang berbeda dalam hal minat dan emosional. Karakteristik individual tersebut kurang dipertimbangkan dalam model pembelajaran yang sebelumnya telah digunakan sehingga mengakibatkan ketidak nyamanan dalam berkelompok. Ketidak nyamanan tersebut mengakibatkan hasil belajar kurang maksimal.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan model pembelajaran Co-Op Co-Op dan STAD terhadap hasil belajar Geografi. Model pembelajaran Co-Op Co-Op diperkirakan dapat lebih menyesuaikan dengan karakteristik siswa kelas X SMA Laboratorium UM dibandingkan model STAD. Co-Op Co-Op menggabungkan pembelajaran kooperatif dan pengajaran individual. Co-Op Co-Op memberikan pilihan setiap individu untuk mengerjakan topik sesuai dengan minatnya sehingga memastikan setiap anggota untuk bekerja, bertanggung jawab dan memahami materi dengan lebih mendalam.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experimen design) dengan dua kelompok subjek penelitian yang sama (homogen) dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Kesamaan kelompok subjek diambil secara purposive sampling dari rata-rata hasil belajar siswa pada materi sebelumnya. Subjek penelitian adalah siswa kelas X4 dan X6 SMA Laboratorium UM Tahun Ajaran 2012/2013. Pemilihan kelas kontrol dan eksperimen dilakukan secara random sampling. Terpilih kelas X6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X4 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pengukuran berupa tes hasil belajar. Analisis data penelitian dilakukan dengan analisis statistik kuantitatif berupa t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05 dengan bantuan program SPSS 21,00 for windows

Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 80,84 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 77,10. Berdasarkan t-test terhadap data gain score diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,034, sehingga hasil belajar kedua kelas terbukti berbeda. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan pada penerapan model pembelajaran Co-Op Co-Op dan STAD. Hasil belajar yang  menggunakan Model Co-Op Co-Op lebih tinggi dari pada yang menggunakan STAD.