SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA BERPIKIR KRITIS MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS-3 SEMESTER 2 SMAN 1 KAUMAN TULUNGAGUNG

Nike Nur Fitriana

Abstrak


ABSTRAK

 

Fitriana, Nike Nur. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Berpikir Kritis Mata Pelajaran Geografi  Geografi Siswa  Kelas XI-IPS 3 Semester 2 SMAN I Kauman Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si,(II) Purwanto S.Pd,M.Si.

 

Kata Kunci: pembelajaran model PBL, kemampuan berpikir kritis

 

Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 28 dan 29 November 2012 di kelas XI-IPS 3 SMAN 1 Kauman Tulungagung diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) masih didominasi oleh guru, sedang siswa hanya duduk, mendengar dan mencatat. Pembelajaran hanya  berorientasi pada target penguasaan materi saja kurang dapat menganalisis permasalahan riil yang berkaitan dengan materi pelajaran, apa yang dipelajari siswa menjadi kurang bermakna sehingga kemampuan berfikir kritis rendah. Rendahnya kemampuan siswa berfikir kritis ini ditandai dengan  rendahnya kemampuan siswa dalam merumuskan masalah, memahami konsep, memberi argumen, mengemukakan pertanyaan dan memberikan jawaban.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis mata  pelajaran Geografi dengan menerapkan pembelajaran model Problem Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas XI-IPS 3 SMAN 1 Kauman Tulungagung dengan jumlah siswa 30 orang, pada materi Menganalisis Pelestarian Lingkungan Hidup. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Untuk mengukur kemampuan berpikir kritis digunakan instrumen pedoman lembar observasi sedangkan untuk mengukur hasil kemampuan berpikir kritis siswa  digunakan tes. Pedoman lembar observasi dan tes siswa dianalisis menggunakan persentase.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan kemampuan siswa berpikir kritis kelas XI-IPS 3 Semester 2 SMAN I Kauman Tulungagung ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis secara kelompok  sebesar 52,00% (cukup) pada siklus I meningkat menjadi 76,50% ( baik) pada siklus II. Selain kemampuan berpikir kritis secara kelompok, hasil kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yaitu pada pra tindakan dari 36,25% meningkat menjadi 58,25% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 80,75% pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan pembelajaran model Problem Based Learning. Secara umum dalam penerapan pembelajaran model PBL sudah baik, namun memerlukan banyak pembenahan pada beberapa tahapan pembelajaran model PBL tersebut.