SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pembangunan Desa Kedungrejo dan Bomo Sebagai Minapolis dan Hinterland Kawasan Minapolitan Kabupaten Banyuwangi

Ratna Wahyu Utami

Abstrak


ABSTRAK

 

Utami, Ratna Wahyu. 2013. Analisis Pembangunan Desa Kedungrejo dan Bomo Sebagai Minapolis Dan Hinterland Kawasan Minapolitan Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Geografi  Fakultas  Ilmu  Sosial Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (I) Satti Wagistina, S.P, M.Si, (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.

 

Kata Kunci: pembangunan, minapolis, hinterland, kawasan minapolitan

 

Pembangunan sektor kelautan dan perikanan memerlukan penyesuaian dan perubahan agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi yang lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Minapolitan merupakan kebijakan yang diperuntukkan untuk menata ruang kawasan pesisir agar ruang dapat mendukung kegiatan pesisir yang cukup kompleks. Pembangunan kawasan minapolitan di Kabupaten Banyuwangi harus selaras antara pembangunan fisik dan sosial, karena permasalahan yang terjadi masyarakat hanya dijadikan sebagai subyek pembangunan yang berperan pasif. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan upaya pembangunan partisipatif. Upaya ini didasarkan pada pembangunan fisik fungsi wilayah dan pengetahuan serta sikap masyarakat. Pentingnya upaya ini didasarkan atas kenyataaan bahwa secara psikologis, pengetahuan dan sikap seseorang cenderung berpengaruh terhadap perilakunya.

Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pembangunan kawasan minapolitan dan analisis spasial Nearest Neighbour Analysis yang bertujuan untuk mengetahui pola spasial fungsi wilayah yang sudah terbangun. Pengambilan sampel wilayah dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan memperhatikan penetapan lokasi kawasan minapolitan. Sedangkan pengambilan sampel responden menggunakan proportional random sampling sejumlah 95  responden dari 7.814 kepala keluarga yang bekerja sebagai nelayan di Desa Kedungrejo dan Bomo. Variabel dalam penelitian ini adalah Fishery town, Fishery park, pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pembangunan kawasan minapolitan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan di minapolis secara umum memenuhi target capaian berupa penataan ruang zonasi laut dan pesisir yang terlihat dari fungsi desa sebagai Fishery Town sudah terbangun. Pembangunan dari aspek sosial terlihat dari 79,73% masyarakat memiliki pengetahuan sedang dan 93,24% masyarakat memiliki sikap setuju mengenai pembangunan kawasan minapolitan. Sedangkan di wilayah hinterland, pembangunan secara umum memenuhi target capaian dengan adanya peluang investasi di wilayah yang terlihat dari fungsi desa sebagai Fishery Park sudah terbangun. Pembangunan dari aspek sosial terlihat dari 57,14 % masyarakat memiliki pengetahuan rendah dan 66,67% masyarakat memiliki sikap setuju mengenai pembangunan kawasan minapolitan. Dinas Perikanan dan Kelautan selaku pembuat kebijakan sebaiknya dapat merangkul dan melibatkan seluruh nelayan minapolis maupun hinterland sebagai subyek pembangunan untuk ikut serta membangun desa sehingga upaya pemanfaatan dan pembangunan kawasan berdasarkan fungsinya tetap terjaga dengan baik dan menjadi desa mandiri.