SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model PembelajaranTwo Stay Two Stray (TSTS) untukMeningkatkanKeaktifandanHasilBelajarGeografiSiswaKelas X-1 SMA Negeri 1 Batu.

Aulia Widiarti

Abstrak


ABSTRAK

 

Widiarti, Aulia. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) untuk Meningkatkan Keaktifandan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd, (2) Dra.Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si

 

Kata Kunci: two stay two stray, keaktifan, hasilbelajar

 

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada awal bulan Agustus 2012 di Kelas X-1 SMA Negeri 1 Batu diketahui bahwa kegiatan pembelajaran geografi menggunakan metode ceramah yang didominasi oleh guru, sehingga siswa hanya duduk, mendengarkan, dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Bahkan beberapa siswa terlihat berbicara sendiri dengan temannya dan ada siswa yang mengantuk.Hal tersebut menyebabkan keaktifan dan hasil belajar siswa rendah. Hal ini terlihat dari hasil belajar kelas dengan rata-rata 70,78, dan hanya 37% siswa yang mencapai KKM yaitu 75.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) peningkatan keaktifan belajar geografi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Batu, (2) peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Batu.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan tiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan yang dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari 2013. Model yang diterapkan adalah model pembelajaran two stay two stray yang dilaksanakan pada kompetensi dasar menganalisis dinamika kecenderungan perubahan litosfer dan pedosfer serta dampaknya tehadap kehidupan di  muka bumi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas X-1 yang berjumlah 27 siswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan keaktifan dan hasil belajar Geografi siswa dari pra tindakan ke siklus I dan siklus II. Rata-rata keaktifan kelas pra tindakan sebesar 51,3 pada siklus I meningkat menjadi 63,2 dan siklus II meningkat menjadi 76,2. Peningkatan keaktifan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 23,2% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 20,6%. Rata-rata hasil belajar pra tindakan sebesar 70,78 pada siklus I meningkat menjadi 82,7dan siklus II meningkat menjadi 89,6. Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan ke siklus I sebesar 16,9% dan dari siklus I ke siklus II sebesar 8,4%.

Berdasarkan hasil tersebut, disarankan: (1) bagi sekolah untuk menerapkan model pembelajaran TSTS untuk meningkatkan keaktifan dan hasilbelajar, dan disarankankepada guru-guru untuk membuat buku ringkasan materi pembelajaran geografi, (2) guru perlu memberikan ringkasan materi yang diajarkan satu minggu sebelum pelaksanaan pembelajaran, mengatur