SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

VALERIANA RASWEDA SHELA PERWITASARI

Abstrak


ABSTRAK

 

Perwitasari, Valeriana Rasweda Shela. 2013. Pengaruh Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si, (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci:   pembelajaran model group investigation, kemampuan berpikir analitis

 

Model pembelajaran yang berkembang saat ini adalah pembelajaran kooperatif, yang mengkondisikan siswa untuk aktif dan saling memberi dukungan dalam kerja kelompok untuk menuntaskan materi masalah dalam belajar. Pembelajaran kooperatif memiliki berbagai macam model, salah satunya ialah Group Investigation. Dipilihnya model Group Investigation karena model ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang memadukan antara prinsip belajar kooperatif dengan pembelajaran yang berbasis konstruktivisme dan prinsip pembelajaran demokrasi, dapat melatih siswa menumbuhkan kemampuan berpikir mandiri, dan adanya kelebihan-kelebihan dari model ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir analitis siswa pada mata pelajaran geografi dengan menggunakan pembelajaran model Group Investigation lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan (konvensional). Konvensional pada penelitian ini merujuk pada kegiatan pembelajaran yang biasa dilakukan di kelas, yaitu ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen semu yang termasuk penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang dengan kelas eksperimen X-8 dan kelas kontrol X-6, yang masing-masing terdiri dari 36 siswa. Data dalam penelitian ini ialah kemampuan berpikir analitis siswa. Pengumpulan data dengan pemberian tes sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Analisis data dengan membandingkan gain score kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan program SPSS 16.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analitis siswa kelas X yang mengikuti pembelajaran dengan model Group Investigation lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan (konvensional) di SMA Negeri 1 Lawang. Diharapkan pada guru mata pelajaran, dapat menerapkan pembelajaran model Group Investigation sebagai alternatif dalam pembelajaran sehingga siswa mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam pembelajaran, terutama dalam kemampuan berpikir analitis.