SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI B DI SMA ISLAM WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK

Dian Ratnasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Ratnasari, Dian. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI-B SMA Islam Watulimo Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo M.Pd. M.Si, (II) Drs. M. Yusuf Idris

 

Kata kunci:  keaktifan belajar, hasil belajar, model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI)

 

Perubahan orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru sekarang berpusat pada siswa dengan tujuan memperbaiki mutu pendidikan. Namun, kenyataannya belum sesuai dengan usaha tersebut, seperti di kelas XI-B SMA Islam Watulimo. Berdasarkan observasi ditemukan data rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Faktor penyebabnya antara lain adalah rendahnya keaktifan siswa serta model dan metode pembelajaran guru yang membosankan.

Alternatif yang dapat dilakukan guru yaitu menggunakan model pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran individu dan kelompok secara terprogram seperti model pembelajaran TAI, karena TAI dirancang untuk mengkombinasikan pembelajaran individu dan kooperatif.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan tujuan mengetahui apakah TAI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar. Subjek penelitian adalah 31 siswa kelas XI-B. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif tabulasi tunggal keaktifan dan hasil belajar.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar. Keaktifan dan hasil belajar secara klasikal pada pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2 adalah 60, 75, dan 86, serta 65, 74, dan 83. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa TAI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.

Saran yang diajukan untuk kepala sekolah adalah perlunya penyediaan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung efektifitas pembelajaran. Sedangkan bagi guru disarankan untuk menggunakan TAI sebagai model pembelajaran alternatif.