SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA SISWA KELAS XI IPS 5 SMA NEGERI 7 MALANG

Nenis Julichah

Abstrak


ABSTRAK

 

Julichah, Nenis. 2013. Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Geografi Melalui Penerapan  Model Pembelajaran Kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) Pada Siswa  Kelas XI IPS 5 SMA Negeri 7 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marhadi Slamet Kristianto, M.Si, (II) Drs. Soetjipto M.Pd.

 

Kata kunci: model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI), keaktifan, hasil belajar

 

Hasil observasi pada tanggal 24 Juli 2012 di SMA Negeri 7 Malang, diketahui bahwa kelas XI IPS 5 rata-rata nilai siswa pada mata pelajaran geografi hanya 73,44 belum mencapai KKM yaitu ≥75. Hal ini terbukti persentasekan ketuntasan klasikal UTS yang tuntas 43,75% sebanyak 14 siswa, sedangkan yang belum tuntas sekitar 56,25% sebanyak 18 siswa. Selain itu, keaktifan siswa dalam kelas pada proses pembelajaran dengan rata-rata nilai yaitu 36,37% sebanyak 12 siswa, sedangkan siswa yang tidak aktif mencapai 63,64% sebanyak 21 siswa. Hasil belajar dan keaktifan siswa kurang optimal karena kurang kondusifnya keadaan kelas banyak siswa yang ramai, pembentukan kelompok siswa yang kurang heterogen atau seimbang, guru sering mengunakan metode ceramah kreatif, dan siswa jarang mendapat penghargaan hal ini berpengaruh terhadap semangat dan atusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Sehingga, penelitian bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar geografi siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model TAI.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), bertujuan untuk memperbaiki suatu keadaan pembelajaran di kelas dengan melakukan tindakan- tindakan tertentu agar terjadi pembaharuan menuju ke arah perbaikan. Penelitian ini digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dihitung dengan menggunakan persentase. Tindakan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan selama 2 x 45 menit, dan setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu: a) perencanaan; b) pelaksanaan/aksi; c) observasi/pengamatan; d) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 5 semester Ganjil tahun ajaran 2012-2013 SMA Negeri 7 Malang dengan jumlah 33 siswa, pada materi memahami sumber daya alam.

Hasil penelitian menunjukan bahwa keaktifan belajar dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa pada siklus I mencapai 66,20% dengan taraf keberhasilan “ Cukup” meningkat menjadi 78,03% dengan taraf keberhasilan “ Baik”, sedangakn untuk nilai rata-rata keaktifan kelompok pada siklus I mencapai 64,66% meningkat menjadi 80,21% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus I ketuntasan klasikal hasil belajar siswa adalah 53,33%, dengan rata-rata nilai yaitu 74,00 dan pada siklus II meningkat menjadi 87,89% dengan rata-rata nilai yaitu 78,94. Hal ini juga berpengaruh terhadap nilai rata-rata siswa mengerjakan LKS yaitu pada siklus I mencapai 71,64 meningkat menjadi 75,15 pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif TAI dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Disarankan kepada guru geografi untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif TAI sebagai salah satu model pembelajaran alternatif agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Bagi siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih tinggi diharapkan selalu membimbing siswa berkemampuan bawah dan sedang. Bagi penelitian selanjutnya disarankan pada model TAI ada pembimbingan dalam sebuah kelompok dari siswa berkemampuan akademik atas, sedang dan bawah, dengan setiap anggota memiliki peran sendiri-sendiri, pemberian penghargaan untuk setiap kelompok terbaik untuk membangkitkan antusias individu maupun kelompok.