SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMP

Dianita Eka Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Dianita Eka. 2013. Pengaruh Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS)  Terhadap Hasil Belajar Geografi  Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd, M.P (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si.

 

Kata Kunci: Two Stay Two Stray, Hasil Belajar.

 

Dalam hal akademik, pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa memahami pelajaran dan menjadikan suasana belajar lebih bermakna dan tidak bosan. Two Stay Two Stray (TSTS) salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang membagi siswa dalam kelompok belajar dengan anggota 4 siswa yang mempunyai kemapuan, jenis kelamin, dan karakteristik individu yang berbeda. TSTS menekankan kepada kemampuan penyampaian informasi dan penerimaan informasi bagi masing-masing siswa,

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan pengaruh penerapan model pembelajaran TSTS terhadap hasil belajar geografi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksperimen kuasi (Quasi Eksperiment) dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 Februari 2013 - 16 Maret 2013. Lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Wagir Kabupaten Malang. Subjek yang digunakan kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dan VII-C kelas kontrol. Instrumen dan pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test yang telah diuji terlebih dahulu tingkat kesukaran, daya beda, validitas, dan reliabitasnya. Analisa data menggunakan uji-t.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wagir. Nilai hasil belajar siswa pada kelas eksperimen setelah mendapat perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil analisis hipotesis menggunakan program SPSS 16.0 for windows, diperoleh nilai t hitung 5,321 lebih besar dari t tabel 1,674 dengan  nilai signifikan 0,000 < 0,05.

Disarankan agar guru menggunakan model pembelajaran TSTS, karena model tersebut dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Guru yang akan menggunakan model ini juga harus melakukan persiapan yang matang karena model TSTS membutuhkan waktu yang lama. Guru tidak perlu memberikan pertanyaan yang terlalu banyak untuk bahan diskusi kelompok. Sebaiknya pertanyaan kelompok untuk bahan diskusi 2 atau 3 nomor saja tetapi sudah mencakup seluruh tujuan pembelajaran saat itu. Model pembelajaran TSTS membutuhkan perhatian yang intensif dari guru agar semua kelompok mampu bekerja dengan baik.