SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristi Permukiman Kumuh di Sempadan Rel Kereta Api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru Kota Malang

Ainun Zahroul Abidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Abidah, Ainun Zahroul. 2013. Karakteristik Permukiman Kumuh di Sempadan Rel Kereta Api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru Kota Malang. Skripsi. Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si, (II) Drs. M. Yusuf Idris.

 

Kata Kunci: permukiman kumuh, sempadan rel

 

Tumbuhnya permukiman kumuh di kawasan sempadan rel cukup banyak, seperti di Kelurahan Kotalama dan Jodipan Kota Malang. Kawasan yang seharusnya sebagai lahan terbuka, kini berubah menjadi permukiman penduduk yang sangat padat. Untuk itu perlu diungkap mengenai kondisi sebenarnya tentang penduduk yang bermukim pada kawasan sempadan rel kereta api.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status legalitas, kondisi lokasi, kondisi kependudukan, kondisi bangunan, kondisi sarana dan prasarana dasar, serta kondisi sosial ekonomi terhadap alasan mendirikan bangunan pada kawasan sempadan rel kereta api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru Kota Malang.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengguanakan metode survey. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang bermukim di kawasan sempadan rel kereta api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru Kota Malang yang berjumlah 998 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik keruangan dengan membagi kedalam 2 kriteria yaitu permukiman padat dan permukiman tidak padat. Sampel responden diambil sebanyak 100 responden di sepanjang kawasan sempadan rel kereta api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru Kota Malang. Data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data tabulasi tunggal dalam bentuk persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik permukiman kumuh di sempadan rel kereta api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru antara lain: (1) seluruh permukiman dikatakan ilegal karena tidak memiliki status legalitas yang jelas, (2) kondisi lokasi terhadap kerentanan bahaya bencana cukup kecil hanya sebagian kecil wilayah yang terkena banjir, (3) jumlah anggota keluarga terbanyak antara 4-6 dalam 1KK tiap rumah, (4) kondisi bangunan yang semuanya permanen tetapi kurang memenuhi dengan besarnya jumlah anggota, (5) kondisi sarana dan prasarana dasar yang sudah terpenuhi dengan baik, dan (6) tingkat perekonomian yang cukup rendah dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah pula.

Saran yang dapat diberikan berupa keasadaran masing-masing penduduk untuk tidak mendirikan bangunan di kawasan ilegal sehingga perlahan-lahan permukiman yang berada di sempadan rel kereta api dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru semakin berkurang.