SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Geografi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Lingkungan Hidup Kelas XI IPS-1 MAN 3 Tulungagung

ASNA KHUROIDAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Khuroidah, Asna. 2013. Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Geografi Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Materi Lingkungan Hidup Kelas XI IPS-1 MAN 3 Tulungagung. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si (II) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si

 

Kata Kunci: kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar, Problem Based Learning.

 

Peningkatan mutu pendidikan untuk mengikuti arus perkembangan, salah satu upaya pemerintah adalah menentapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran, baik standar ketuntasan minimal untuk keterampilan proses maupun hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan  hasil observasi awal terhadap hasil belajar siswa, ketuntasan pembelajaran Geografi di MAN 3 Tulungagung sangat rendah yakni 28,10% dan belum memenuhi standar ketuntasan minimum 75%. Dengan belum tercapainya ketuntasan hasil belajar siswa selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap kemampuan memecahkan masalah siswa di kelas. Dari hasil observasi tersebut diketahui bahwa kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki siswa rendah yaitu 50,9%.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar Geografi dengan menerapkan pembelajaran model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPS-1 MAN 3 Tulungagung pada bulan Januari sampai Februari 2013, dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa nila kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar kognitif dan afektif, serta rata-rata dari ketiganya. Nilai rata-rata kemampuan memecahkan masalah pada pra siklus 55,6 meningkat menjadi 69 pada siklus I, dan 71,3 pada siklus II dengan persentase ketuntasan sebesar 74,4%. Pada hasil belajar ranah kognitif rata-ratanya sebesar 65,9 pada pra siklus menjadi 77,1 pada siklus I, dan 82,7 pada siklus II dengan persentase ketuntasan sebesar 84,6%. Nilai rata-rata hasil belajar ranah afektif sebesar 69,5 pada pra siklus menjadi 74,2 pada siklus I, dan 80 pada siklus II dengan persentase ketuntasan sebesar 86,8%. Secara keseluruhan rata-rata hasil belajar meningkat dari 64 pada pra siklus menjadi 74 pada siklus I, dan 79 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar. Disarankan kepada guru geografi untuk mencoba menerapkan model tersebut dalam pembelajaran agar kualitas pembelajaran geografi semakin meningkat. Kepada pihak sekolah disarankan agar mendukung dengan memberikan fasilitas untuk penerapan model pembelajaran Problem Based Learning di sekolah.