SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN

WAHYU WIJAYANTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Wijayanti, Wahyu. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Group  Investigation (GI) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Marhadi Slamet Kistiyanto, M.Si

 

Kata Kunci: Group Investigation, kemampuan berpikir kritis

 

Pendidikan merupakan salah satu faktor penunjang yang penting bagi manusia dimana dapat mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa. Model pembelajaran kooperatif yang dipilih untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah model Group Investigation. Group Investigation merupakan pembelajaran kooperatif yang melibatkan kelompok kecil, siswa menggunakan inkuiri kooperatif (perencanaan dan diskusi kelompok) kemudian mempresentasikan penemuan mereka di kelas. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk membangun kemampuan berfikir secara mandiri dan kritis serta melatih siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam kelompok. Group Investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang salah satunya dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah kegiatan mental dalam mencermati suatu pertanyaan dan berpikir yang menekankan pembuatan keputusan tentang jawaban alternatif yang benar.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre test-post test Control Group Design. Penelitian ini, dilakukan pada tanggal 22 januari hingga 12 februari 2013. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal kemampuan berpikir kritis dengan ranah kognitif C4 dan C5. Uji coba instrumen dilakukan pada kelas XIS3 untuk melihat validitas dan reliabilitas butir soal. Kelas yang digunakan untuk penelitian adalah kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XB sebagai kelas kontrol. Gain score dari kelas eksperimen dan kelas kontrol kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t untuk melihat perbedaan nilai gain score.

Berdasarkan analisis uji t didapatkan hasil bahwa nilai Sig (0,002) < (0,05) dan hasil perhitungan nilai rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 16,34 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 10,20, maka H0 ditolak. Hal ini berarti model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Mejayan Kabupaten Madiun.