SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan Jigsaw (Tim Ahli) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung

Heviana Putri Natyasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Natyasari, Heviana Putri. 2013. Perbandingan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dan Jigsaw (Tim Ahli) Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

 

Kata kunci: hasil belajar, Two Stay Two Stray, Jigsaw

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dengan menggunakan model Two Stay Two Stray dan Jigsaw pada mata pelajaran Geografi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan rancangan Pretest-posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen 1 dan satu kelas eksperimen 2, siswa kelas X SMAN 1 Kauman. Instrumen penelitian berupa tes yang terdiri dari pretest dan posttest dalam bentuk soal objektif. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan SPSS 17.00 for Windows.

Dari hasil uji-t didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,000 yang berarti bahwa Ho ditolak, berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan model Two Stay Two Stray dan Jigsaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran hasil Jigsaw lebih tinggi daripada model TSTS, kondisi ini dapat dilihat dari rata-rata kedua kelas yang berbeda. Kelas model Jigsaw mempunyai rata-rata hasil belajar kelas lebih tinggi yaitu 40,5 sedangkan kelas model TSTS sebesar 30,4.

Saran yang diajukan untuk guru bidang studi Geografi adalah menjadikan Model Jigsaw dan Two Stay Two Stray sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengujicobakan  kedua model pada materi berbeda dan jenjang kelas atau sekolah yang lebih tinggi, serta  mengkombinasikan dengan media pembelajaran yang lebih variatif sehingga tampak pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa dan memperoleh manfaat yang lebih besar dari kedua model terutama model Jigsaw.