SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Jalur Hijau di Kawasan Sempadan Rel Kereta Api Kota Malang

Shinta Ayu Mariana Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Shinta Ayu Mariana. 2013. Karakteristik Jalur Hijau di Kawasan Sempadan Rel Kereta Api Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M. Pd, (II) Satti Wagistina, S. P., M. Si.

 

Kata Kunci: jalur hijau, sempadan rel kereta api

 

Jalur hijau merupakan salah satu bentuk dari Ruang Terbuka Hijau, yang fungsi utamanya adalah untuk pengamanan. Salah satu bentuk jalur hijau terdapat di sempadan rel kereta api. Berdasarkan UU No. 13/1992 tentang Perkeretaapian dijelaskan bahwa kawasan selebar 23 meter dari poros rel merupakan daerah lindung. Kawasan lindung dapat berupa jalur hijau dan lahan untuk perlengkapan kereta api. Pada kenyataannya, kawasan ini banyak digunakan sebagai kawasan terbangun, khusunya permukiman.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik survey. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik jalur hijau di kawasan sempadan rel kereta api Kota Malang. Objek penelitian ini adalah semua yang berada pada kawasan sempadan rel kereta api. Pengambilan sampel area menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling ditentukan berdasarkan letak wilayah pada dua zona, yakni zona pertama dari Stasiun Kotalama hingga Stasiun Kotabaru dan zona kedua dari Stasiun Kotabaru hingga Stasiun Blimbing. Penentuan sampel responden menggunakan teknik quota sampling. Penelitian ini menggunakan rumus persentase untuk analisis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada zona pertama mayoritas bentuk ketidaksesuaiannya adalah berupa kawasan permukiman dengan sempitnya taman yang dimiliki dan tidak banyak jumlah tanaman yang ada. Mayoritas hanya berupa tanaman pot dan beberapa tanaman perdu dengan lebar tajuk kurang dari 2 meter. Peran serta masyarakat rendah karena tidak banyak yang melakukan perawatan tanaman, hanya sebatas menyirami dan membersihkan saja. Tanaman yang banyak ditemukan adalah yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Di zona kedua lebih bervariasi, tidak semua digunakan sebagai kawasan permukiman, ada yang berupa jalur hijau. Jumlah dan jenis tanaman lebih banyak ditemui, mulai dari lebar tajuk kurang dari 2 meter sampai lebih dari 5 meter. Cukup banyak masyarakat disini yang menggunakan jasa tukang taman untuk merawat taman rumah yang rata-rata cukup luas, sehingga cukup bersih dan terawat. Namun pada zona ini tidak begitu banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari.

Saran yang dapat diberikan kepada masyarakat adalah agar menambah jumlah tanaman yang ada, minimal dalam bentuk tanaman perdu. Selain itu, agar masyarakat tidak membuat kawasan terbangun di area tersebut. Kepada pihak di tingkat RT maupun RW untuk sering mengadakan kegiatan kerja bakti dan penghijauan lingkungan. Kepada peneliti selanjutnya supaya dapat melakukan kajian lebih detail terhadap penelitian sejenis, sehingga dapat menjadi pelengkap dari penelitian ini.