SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Penggunaan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Hasil Belajar IPS Geografi Kelas VII SMP Negeri 3 Sawoo Ponorogo

Wahyu Ria Patriana

Abstrak


ABSTRAK

 

Patriana, Wahyu Ria. 2013. Perbandingan Penggunaan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Hasil Belajar IPS Geografi Kelas VII SMP Negeri 3 Sawoo Ponorogo. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M. Si. (II) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Pd, M. Si.

 

Kata Kunci : TGT, STAD, hasil belajar, IPS Geografi

 

Pembelajaran di SMP Negeri 3 Sawoo masih didominasi dengan metode ceramah dan penggunaan LKS, sehingga saat pembelajaran siswa sering melakukan aktivitas di luar konteks pembelajaran. Guru perlu menggunakan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menuntut siswa menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri. Pembelajaran kooperatif dalam penerapannya menggunakan beberapa model, di antaranya adalah Teams Games Tournament (TGT) dan Student Team Achievement Division (STAD). Model pembelajaran TGT dan STAD memiliki beberapa persamaan dan perbedaan pada tahapannya. Persamaan model TGT dan STAD di antaranya, penyampaian materi oleh guru, membagi kelas menjadi beberapa kelompok heterogen, dan adanya penghargaan. Perbedaan model TGT dan STAD, yaitu dalam TGT digunakan game tournament di mana siswa berkompetisi sebagai wakil kelompok melawan anggota kelompok yang lain, sedangkan STAD siswa diberikan kuis atau tes individu di akhir pem-belajaran. Penelitian terdahulu menunjukkan STAD lebih berpengaruh daripada model pembelajaran TGT.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan model pembelajaran TGT dengan STAD pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sawoo. Penelitian ini menggunakan ran-cangan penelitian ekperimen kuasi (Quasi Experimenal design) dengan desain Pre Test-Post Test Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sawoo tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIIA dan VIID. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes objektif. Analisa data yang digunakan adalah uji t.

Berdasarkan analisis uji-t gain score dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Sawoo pada kelas TGT dan kelas STAD, di mana hasil belajar kelas STAD lebih tinggi daripada kelas TGT. Saran yang dapat diajukan dari penelitian adalah: 1) Bagi guru sebaiknya mene-rapkan model pembelajaran STAD pada topik atmosfer di kelas lain, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa lebih maksimal. Guru perlu mengatur penge-lolaan waktu yang tepat pada saat merencakan pembelajaran, sehingga semua ke-giatan pembelajaran dengan menggunakan model STAD dapat terlaksana dengan baik. Saat pembelajaran berlangsung guru perlu memotivasi siswa untuk saling membantu dalam mengerjakan tugas, mendorong siswa untuk memberikan pendapat dalam diskusi kelompok, mendorong siswa untuk berani mengungkapkan pendapat di depan, dan memberikan motivasi pada seluruh siswa terutama pada siswa yang berkemampuan lebih rendah agar mereka lebih aktif dalam pembelajaran, karena dapat mendorong peningkatan aktivitas dan hasil belajar; 2) Bagi peneliti lain, sebaiknya mengkaji hasil skrispsi ini sebagai bahan untuk menyempurnakan model pembelajaran yang sedang diteliti, melengkapi kekurangan pada hasil penelitian ini, dan mencoba menerapkan pada materi lain, mata pelajaran lain, dan jenjang pendidikan lain.