SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2013

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang

Solichatin .

Abstrak


ABSTRAK

 

Solichatin. 2013. Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan  Geografi Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Budijanto, M.Sos, Pembimbing (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd, M.Pd.

      

Kata kunci: prestasi belajar, prestasi belajar geografi, kondisi sosial ekonomi

 

Masalah dalam penelitian ini adalah pencapaian prestasi belajar geografi yang masih rendah pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 9 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kondisi sosial ekonomi orang tua (yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan status ekonomi) terhadap prestasi belajar geografi siswa kelas XI IPS SMA negeri 9 Malang dan faktor sosial ekonomi manakah yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar geografi. Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh orang tua siswa dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bersifat sensus. Analisis datanya menggunakan tabulasi silang dan statistik regresi berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan orang tua, pendapatan orang tua, dan status ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar geografi siswa, sedangkan pekerjaan orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar geografi siswa. Berdasarkan keempat variabel kondisi sosial ekonomi tersebut, variabel pendapatan orang tua merupakan faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar geografi siswa.

Dari hasil penelitian ini, maka diharapkan kepada orang tua siswa agar lebih konsisten lagi dalam membagi/meluangkan waktu untuk selalu memperhatikan dan memberikan dorongan atau motivasi yang intensif dan berkesinambungan terhadap belajar siswa, dalam hal ini bisa berupa penyediaan fasilitas belajar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, maupun dukungan secara non material, misalnya selalu mengawasi, mengarahkan, serta membimbing siswa dalam belajar.