SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Geografi di SMA Negeri 1 Durenan Kab.Trenggalek

Cesaria Fibilud Tiafi

Abstrak


ABSTRAK

 

Tiafi, Cesaria Fibilud. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Geografi di SMA Negeri I Durenan, Kab.Trenggalek Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (II) Drs.Hendri Purwito, M.Si.

 

Kata Kunci: Model pembelajaran Problem Based Learning, kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar.

 

Hasil pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri I Durenan, diketahui bahwa kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar geografi yang dimiliki siswa masih belum memenuhi standar ketuntasan yang telah ditentukan yang hanya mencapai 56,84%, masih kurang dari standar ketuntasan minimum hasil belajar yang mencapai 75%. Hal ini disebabkan karena pembelajaran geografi masih lebih banyak menggunakan metode ceramah dan diskusi. Selain itu permasalahan yang diangkat bukan permasalahan kontekstual dari lingkungan sekitar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu pembelajran inovatif yang didukung dengan permasalahan lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga siswa memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah. Penelitian ini menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari peserta didik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil penelitian dari siklus I dan siklus II yang telah dilaksanakan.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belalar pada materi pelestarian lingkungan hidup, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai kemampuan mememecahkan masalah yang pada pra tindakan sebesar 21,62%, pada siklus I menjadi 37,8% dan siklus II 83,8%. Pada peningkatan hasil belajar yang pertama yaitu 40,5% untuk pra tindakan pada siklus I menjadi 5l,3 % menjadi 62,2 pada siklus II. Oleh karena itu, pemaparan di atas menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas XI IPS-I SMA Negeri I Durenan, sehingga disarankan untuk guru geografi lebih meningkatkan pembelajaran yang berbasis masalah sehingga kemampuan menganalisis siswa lebih baik lagi. Kepada pihak sekolah disarankan lebih memperhatikan fasilitas pembelajaran yang dibutuhkan oleh siswa.