SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH TRANSFORMASI LAHAN PERTANIAN MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI DI KECAMATAN BABULU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Adhi Yudha Bhaskara

Abstrak


ABSTRAK

 

Bhaskara, Adhi Yudha. 2012. Pengaruh Transformasi Lahan Pertanian Menjadi Perkebunan  Kelapa  Sawit  Terhadap  Tingkat  Kesejahteraan  Petani  di Kecamatan Babulu Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.  Skripsi,  Jurusan  Geografi  Fakultas  Ilmu  Sosial  Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing:  (I)  Drs. Marhadi  Slamet  Kistiyanto, M.  Si,  (II)  Ir. Juarti, M. P.

 

Kata kunci: Transformasi Lahan, Tingkat Kesejahteraan.

 

Sektor  pertanian  merupakan  sektor  andalan  dalam  membentuk perekonomian di Kecamatan Babulu. Sektor ini memberikan peranan yang sangat besar  dalam  pembentukan  Pendapatan  Domestik  Regional  Bruto  (PDRB),  kini peranannya  semakin berkurang disebabkan karena menyusutnya  lahan pertanian.

Dalam  kurun  waktu  tahun  2007-2011  terjadi  penyusutan  lahan  sawah  40,42%, penyusutan  luas  lahan  pertanian  berbanding  terbalik  dengan  peningkatan  luas lahan  sektor  perkebunan  yang  meningkat  27,37%.  Transformasi  lahan  ini berdampak  pada  perubahan  tingkat  kesejahteraan  petani  yang  melakukan transformasi lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit.

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  perubahan  luas  lahan pertanian  sebelum  dan  sesudah  transformasi  lahan,  faktor  yang  mempengaruhi alasan  petani  melakukan  transformasi  lahan,  bagaimana  karakteristik  tingkat kesejahteraan  petani  yang  melakukan  transformasi  lahan  pertanian  menjadi perkebunan  kelapa  sawit  di  Kecamatan  Babulu.  Penelitian  ini  merupakan penelitian  ex  post  facto  dan  pengambilan  sampel  meliputi  sampel  area  yang dilakukan dengan purposive sampling serta didapatkan area penelitian yaitu Desa Gunung  Intan,  Desa  Sebakung  Jaya,  Desa  Babulu  Darat  dan  Desa  Labangka.

Sampel  responden  secara  proporsional  random  sampling  sebanyak  100  KK. Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  kuesioner,  observasi,  wawancara  dan dokumentasi.  Sebelumnya  dilakukan  uji  coba  instrumen,  diukur  validitas  dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan paired t-test untuk mengetahui perbedaan  tingkat  kesejahteraan  petani  sebelum  dan  sesudah  transformasi  lahan serta analisis deskriptif untuk mengetahui perubahan  luas lahan dan  faktor-faktor yang mempengaruhi alasan petani melakukan transformasi lahan.

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  setelah  terjadi  transformasi  lahan terjadi peningktan luas lahan yang dimiliki responden, dan  diketahui faktor yang menyebabkan  transformasi  lahan  adalah karena  tingkat pendidikan  yang  rendah, alih mata  pencaharian  dan  pendapatan  rendah,  serta  terdapat  perbedaan  tingkat kesejahteraan  petani  sebelum  dan  sesudah  transformasi  lahan  pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit berdasarkan hasil pengujian paired t-test maka diketahui nilai  Sig  (2-tailed)  (0,000)