SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terhadap Iklim Mikro di Kota Pasuruan

Anugrah Teguh Prasetyo

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasetyo, Anugrah Teguh. 2012. Pengaruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) Terhadap Iklim Mikro di Kota Pasuruan. Skripsi, Jurusan Geografi fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs Dwiyono Hari u., M.Pd, M. Si, (2) Drs. J. P. Buranda, M.Si

 

Kata Kunci : Ruang terbuka hijau, Iklim Mikro, Ruang terbuka hijau ideal

 

Meningkatnya pembangunan fisik kota, pertumbuhan penduduk serta berbagai aktivitas kota menyebabkan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau. Hal ini menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan hidup yang mengakibatkan terjadinya perubahan iklim mikro terutama peningkatan suhu dan penurunan kelembaban udara. Pada 1997, luas RTH di Kota Pasuruan sebesar 73,52% yaitu sekitar 26,90 km2 dari luasan Kota Pasuruan yang mencapai 35,68 km2. Tapi pada tahun 2003, luas RTH yang berkurang tinggal 22,54 km2 atau 63,12% dari luas total Kota Pasuruan dan pada tahun 2007 tinggal 45% atau 16,06 km2. Oleh karena itu diperlukan adanya perbaikan dalam pengelolaan tata ruang wilayah di Kota Pasuruan guna menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan akibat dari alihfungsi ruang terbuka hijau terutama mengenai kondisi iklim mikro di Kota Pasuruan.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan : (1) apakah terdapat pengaruh kondisi Ruang Terbuka Hijau terhadap iklim mikro di kota Pasuruan, (2) menghitung berapa luas RTH yang dibutuhkan Kota Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian yaitu di taman kota, GOR Untung Suropati, Perumahan Puri Indah dan areal persawahan. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi menggunakan SPSS 16.0 for windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Berdasarkan hasil analisis korelasi menggunakan SPSS memperlihatkan bahwa nilai Sig. 0,007 < 0,05, maka kondisi RTH memiliki korelasi yang signifikan terhadap suhu udara dan besarnya koefisien korelasinya sebesar -0.274 dan memiliki kekuatan korelasi cukup, hal ini berarti semakin baik kondisi RTH maka semakin rendah suhu udara di tempat tersebut. Kelembaban udara memiliki nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka kondisi RTH berpengaruh terhadap kelembaban udara dan besarnya koefisien korelasinya sebesar 0.357 yang berarti kekuatan korelasinya cukup, hal ini berarti semakin baik kondisi RTH maka semakin tinggi kelembaban udara di tempat tersebut. (2) Menurut kebutuhan oksigen, luas RTH di Kota Pasuruan sudah memenuhi syarat luasannya, yaitu syarat luasan RTH ideal 547,12 Ha sedangkan luas total RTH Kota Pasuruan adalah 982,25 Ha. Jadi dengan kerapatan vegetasi 5 x 5 m maka membutuhkan pohon sebanyak 252.768 pohon dengan jenis vegetasi untuk taman kota.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRACT

 

Prasetyo, Anugrah Teguh. 2012. The influence of green open space to the micro climate in pasuruan city. Thesis, Department of Geography Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Dwiyono Hari U., M.Pd., M.Si, (2) J. P. Buranda, M.Si.

 

Keywords: Green Open Space, micro climate, ideal green open space

 

The increasing of city’s physical development, the increasing of population, and many activities in the city causing the declining of green open space. This condition involve the decreasing of the environment’s quality which brought change into micro climate especially for the temperatures and humidity. In 1997, the range of green open space in Pasuruan City is 73.52% which is about 26.90 km2 from the total35.68 km2 of Pasuruan City wide. But in 2003, it decreased and become 22.54 km2 or 63.12% from total space of Pasuruan City. And in 2007, it remains 45% or 16.06 km2. Therefore it is necessary to repair the managing system of spatial in pasuruan in order to overcome the problem caused by the replacement of green open space mainly about the condition of micro climate in Pasuruan City.

This research purposed to explained about: (1) whether any influences of green open space to the micro climate in Pasuruan City, (2) how wide the green open space which is needed by Pasuruan City. This research is quantitative, the samples are town square, GOR Untung Suropati, Puri Indah residence, and fields. To collect data we use observation and documentation technique. To analyze the data we use correlation analysis using SPSS 16 For Windows.

The result of the research shows that: (1) based on the result of analysis correlation using SPSS show that the value of Sig 0.007