SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kesejahteraan Pekerja Industri Batu Bata Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar

Mega Candra Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Mega Candra. 2012. Kesejahteraan Pekerja Industri Batu Bata Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.

 

Kata kunci: kesejahteraan dan pekerja industri batu bata

 

Ponggok merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Blitar yang mempunyai potensi dalam bidang industri. Kondisi geografis sangat mendukung untuk didirikannya industri batu bata karena jenis tanahnya adalah tanah liat atau lempung. Tanah liat mempunyai ukuran partikel tanah yang lebih kecil, sulit diremukkan saat kering, terasa licin, plastis dan konsistensi tanah juga sesuai untuk bahan baku batu bata. Tanah jenis ini sangat sesuai untuk bahan baku batu bata. Sentral industri batu bata terdapat di Desa Kebonduren, Desa Kawedusan, dan Desa Dadaplangu. Dari ketiga daerah sentral industri tersebut, para pekerja industri memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda.

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) pekerja industri batu bata di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, (2) tingkat kesejahteraan pekerja industri batu bata Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan sampel pekerja industri batu bata yang terdapat di Desa Kebonduren, Desa Kawedusan, dan Desa Dadaplangu. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah tabulasi tunggal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja merupakan lulusan SD dan SMP, menguasai ketrampilan memproduksi batu bata secara otodidak dan turun temurun, berusia antara 32 – 58 tahun dan sudah bekerja sebagai pengrajin batu bata >4 tahun. Penghasilan yang diperoleh relatif kecil, yaitu antara Rp 210.000 – Rp 560.000 perbulan. Setiap rumah industri menyerap tenaga kerja antara 2 – 5 orang, menggunakan modal usaha pribadi dan pinjaman, dan bahan baku diperoleh dari lahan pribadi dan membeli, proses produksi menggunakan alat-alat dan cara tradisional, seperti proses pembakaran masih menggunakan kayu bakar.

Sementara itu, untuk tingkat kesejahteraan pekerja dari ketiga sentral industri di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terdapat perbedaan antara Desa Kebonduren, Desa Kawedusan dan Desa Dadaplangu. Kesejahteraan pekerja industri batu bata di Desa Kebonduren tergolong Keluarga Sejahtera (KS) II dan KS III, sedangkan kesejahteraan pekerja di Desa Kawedusan dan Desa Dadaplangu tergolong KS I dan KS II. Hal ini karena terdapat perbedaan kualitas batu bata dan pemasarannya, pekerja industri Desa Kebonduren menggunakan bahan baku tanah liat dengan campuran abu sekam atau menggunakan pasir dan air, hal ini membuat batu bata tidak mudah retak, dan pemasarannya sudah sampai ke luar kota Blitar, dan untuk batu bata produksi Desa Kawedusan dan Desa Dadaplangu kualitasnya belum bagus karena bahan baku tanah liat tidak dibantu dengan bahan penolong yang lain.