SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pola Konsumsi Air dan Tingkat Kepuasan Penduduk Terhadap Pengelolaan Air Oleh HIPPAM di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang

Susilowati Susilowati

Abstrak


ABSTRAK

 

Sistem pelayanan air yang baik adalah sistem pelayanan yang mampu memahami pola konsumsi air penduduk dan tingkat kepuasan yang dirasakan oleh konsumen, karena pengukuran kepuasan merupakan titik keberhasilan maupun kegagalan suatu kinerja jasa pelayanan air. Pengukuran tingkat kepuasan secara tidak langsung juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan air yang ada, karena dengan adanya hasil dari pengukuran tersebut, membuat para pengelola jasa air untuk segera memperbaiki sistem pelayanan air yang mereka kelola. Permasalahan pelayanan air terjadi di Desa Jedong, dimana pelayanan air yang digunakan adalah hasil pengelolaan penduduk setempat atau sering disebut dengan HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum).

Faktanya pendistribusian air yang diberikan tidak sesuai dengan jam-jam yang telah ditentukan, hal ini menyebabkan terjadinya kekurangan air di Desa Jedong hampir selama 2 hari. Permasalahan terjadi akibat minimnya suplai air yang dikelola, sedangkan kebutuhan air terus meningkat. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut dapat mengganggu pola konsumsi penduduk terhadap air. Selain itu, tumbuh rasa ketidakpuasan terhadap suplai air yang dikelola. Berdasarkan fakta yang telah diuraikan, bahwa penduduk Desa Jedong merasa tidak puas terhadap jasa pelayanan air yang dikelola oleh HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum).

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi air penduduk dan tingkat kepuasan penduduk terhadap pengelolaan air yang dikelola oleh HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian survai dengan menggunakan metode survai. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pola konsumsi air dan tingkat kepuasan penduduk yang disajikan dalam bentuk deskriptif, variabel dalam penelitian ini meliputi jumlah kebutuhan air penduduk, pola konsumsi air yang dianalisis dengan tabulasi silang, dan tingkat kepuasan penduduk diukur dengan skala likert, sedangkan analisis datanya menggunakan statistik deskriptif.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah kebutuhan air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk Desa jedong sebesar 83550 liter/hari dengan rata-rata 167,6 sebanding dengan daerah perkotaan. Pola konsumsi air penduduk termasuk jenis pola konsumsi air pedesaan, dimana kebutuhan air primer lebih besar bila dibandingkan dengan kebutuhan air sekunder. Konsumsi air penduduk tertinggi digunakan untuk mandi dengan rata-rata sebesar 126,7 liter/hari/kapita oleh penduduk yang bekerja sebagai PNS. Penggunaan air tertinggi terjadi pada sore hari dengan jumlah 35800 liter/hari dengan rata-rata sebesar 71,6 liter/hari/kapita. Tingkat kepuasan penduduk terhadap pengelolaan air yang dilakukan oleh HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) didasarkan pada keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik. Berdasarkan hasil kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden, sebesar 55% menyatakan puas terhadap keandalan, 68 % terhadap daya tanggap, 60 % jaminan, 62 % terhadap empati, 50 % terhadap bukti fisik. Kepuasan penduduk Desa Jedong ditandai dengan tingginya kepercayaan yang diberikan, sehingga penduduk tetap mempertahankannya agar tidak diambil alih oleh PDAM, selain itu faktor biaya yang relative murah juga mendukung tetap dipertahankannya HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) di Desa Jedong Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.