SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao, L) di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar)

Farkhatul Layli

Abstrak


ABSTRAK

 

Layli, Farkhatul. 2012. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito M.Si.

 

Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, tanaman kakao

Kakao (Theobroma cacao L) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang memiliki peran penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan, dan devisa Negara. Pemerintah Provinsi JawaTimur akan menambah area penanaman komoditas kakao seluas 5.000 Ha untuk meningkatkan produksi kakao. Perkebunan kakao di Kabupaten Blitar sudah dikembangkan dengan total produktifitas kakao tahun 2010 sebesar 713,02 kg/ha/th dengan luas lahan 2.325ha.

Salah satu kecamatan yang melakukan budidaya kakao adalah Kecamatan Selopuro, dengan luas wilayah sebesar 39,29 km2 memiliki luas perkebunan sebesar 14 ha dan jumlah produksi kakao sebesar 6,4. Untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Selopuro untuk tanaman kakao perludilakukan evaluasi kesesuaian lahan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik lahan dan mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Metode penelitian ini adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan, uji laboratorium, dokumentasi dan pengukuran di lapangan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan cara tumpang susun (overlay) Peta Jenis Tanah, Peta Kemiringan Lereng, dan Peta Penggunaan Lahan. Metode analisis dalam penelitian ini adalah pembandingan (matching).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lahan di Kecamatan Selopuro yaitu: temperatur/suhu rata-rata 26,6 oC, curah hujan 2091 mm, lamanya masa kering rata-rata 3,5 bulan, kelembaban 80%, drainase baik, tekstur tanah sedang (lempung, lempung berdebu), halus (liat), agak kasar (lempung berpasir), bahan kasar < 15 %, kedalaman efektif tanah > 100 cm, KTK Liat > 16, kejenuhan basa > 30%, pH tanah 5,9–6,7, C-organik < 0,8%, lereng < 8% , tingkat bahaya erosi sangat rendah/sangat ringan, batuan di permukaan< 5 % dan singkapan batuan < 5 %. Kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman kakao di Kecamatan Selopuro adalah S3 (sesuai marginal) pada semua unit lahan yaitu K.a.3, K.b.1, L.a.2, T.b.1.