SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis LKS Karangan TIM MGMP IPS SMP Kabupaten Blitar Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Permasalahan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulanggannya dalam Pembangunan Berkelanjutan

Kristina Setianingsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Setianingsih, Kristina. 2012. Analisis LKS Karangan Tim MGMP IPS SMP Kabupaten Blitar Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Permasalahan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulangannya dalam Pembangunan Berkelanjutan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd., (II) Ardyanto Tanjung, S.Pd., M.Pd.

 

Kata Kunci: analisis LKS, kesesuaian materi, kebenaran konsep, kesesuaian soal, kebenaran bahasa, kesesuaian teknis

LKS sebagai perangkat pembelajaran secara ideal harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu: komponen lengkap, materi sesuai kurikulum, tidak memuat konsep salah, soal sesuai panduan penulisan butir soal, bahasa sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan penyajian sesuai syarat teknis penyusunan LKS. Syarat-syarat tersebut di LKS IPS karangan tim MGMP tidak terpenuhi karena terdapat kesalahan dalam LKS tersebut. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa pada LKS tersebut terdapat kesalahan, antara lain definisi konsep kurang lengkap, terdapat kesalahan bahasa (tanda baca, kosakata, kalimat, dan paragraf), dan rumusan kalimat soal serta pilihan jawaban tidak sesuai dengan panduan penulisan butir soal.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kelengkapan komponen LKS; (2) mengetahui kesesuaian materi dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); (3) mengetahui kebenaran konsep; (4) mengetahui kesesuaian soal dengan panduan penulisan butir soal; (5) mengetahui kebenaran bahasa LKS; dan (6) mengetahui kesesuaian teknis dengan syarat teknis penyusunan LKS. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dirancang dengan teknik analisis isi. Teknik ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis isi dari suatu teks dalam LKS IPS. Instrumen untuk analisis berupa tabel dan pedoman (kriteria) kelengkapan komponen, kesesuaian materi dengan KTSP, kebenaran konsep, kesesuaian soal dengan panduan penulisan butir soal, kebenaran bahasa LKS, dan kesesuaian teknis dengan syarat teknis penyusunan LKS. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencocokkan variabel penelitian dengan kriteria tersebut. Data yang terkumpul dikelompokkan, dihitung persentasenya, dan dideskripsikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS tersebut: (1) 100% komponen LKS terpenuhi; (2) 19% materi sesuai dengan KTSP; (3) 0% konsep benar; (4) 30,3% soal sesuai dengan panduan penulisan butir soal; (5) 77,03% tanda baca, 94,92% kosakata, 71,19% kalimat, dan 0% paragraf benar; dan (6) 57,14% sesuai dengan syarat teknis penyusunan LKS. Materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan KTSP disebabkan oleh indikator yang tidak sesuai, materi pembelajaran tidak lengkap, tidak runtut, dan tidak dicantumkan fakta maupun generalisasi mengenai permasalahan di sekitar satuan pendidikan. Kesalahan konsep pada LKS tersebut disebabkan oleh definisi yang kurang lengkap. Ketidaksesuaian soal dengan panduan penulisan butir soal disebabkan oleh ketidaksesuaian soal dengan indikator, kesalahan bahasa soal, dan pilihan jawaban tidak logis. Kesalahan tanda baca disebabkan oleh kesalahan pemilihan atau pemakaian tanda baca dan penempatan tanda baca. Kesalahan kosakata disebabkan oleh kesalahan pemilihan dan penulisan kata. Kesalahan kalimat disebabkan oleh pemborosan kata, subjek, objek, keterangan, dan kata ganti yang tidak jelas. Kesalahan paragraf disebabkan oleh ide pokok yang tidak jelas dan kalimat yang tidak memiliki kesetalian. Ketidaksesuaian teknis dengan syarat teknis penyusunan LKS disebabkan oleh penggunaan kata lebih dari sepuluh kata dalam satu baris, gambar tidak dapat menyampaikan pesan, dan kombinasi gambar dan tulisan tidak menarik.

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) komponen LKS lengkap; (2) materi LKS belum sesuai dengan KTSP; (3) konsep lingkungan hidup salah; (4) hampir 50% soal dalam LKS tidak sesuai dengan panduan penulisan butir soal; (5) bahasa LKS belum sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar; dan (6) LKS belum sesuai dengan syarat teknis penyusunan LKS. Berdasarkan hal tersebut disarankan bagi guru dan calon guru IPS Geografi sebaiknya lebih teliti dalam memilih LKS serta mengembangkan LKS sesuai dengan kriteria LKS yang ideal. Sedangkan bagi peneliti lain, sebaiknya melakukan analisis yang lebih mendalam pada materi pembelajaran IPS Geografi lainnya dan menggunakan acuan yang ideal dalam mengembangkan bahan ajar maupun perangkat pembelajaran.