SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Industri Penyulingan Minyak Atsiri Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek Ditinjau Dari Aktivitas Dan Karakteristik.

Nur Tamam

Abstrak


ABSTRAK

Tamam, Nur. 2009. Kondisi Industri Penyulingan Minyak Atsiri Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek Ditinjau Dari Aktivitas Dan Karakteristik. Skripsi, Jurusan Geografi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si., (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si.

 

Kata kunci: industri, penyulingan minyak atsiri, aktivitas, karakteristik.

 

Jenuhnya kesempatan kerja dan rendahnya pendapatan sektor pertanian, membuat sebagian penduduk desa berusaha mencari pekerjaan tambahan di luar sektor pertanian contohnya dengan mendirikan usaha sendiri. Di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek, sebagian penduduknya memiliki usaha di bidang industri penyulingan minyak atsiri. Bahan baku yang digunakan dalam industri penyulingan minyak atsiri adalah daun cengkeh, nilam (dilem), akar wangi dan bunga kenanga.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1).Karakteristik industri, 2).Perolehan bahan baku, dan 3).Pemasaran hasil industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 252 pemilik industri, sedangkan sampel yang diteliti berjumlah 63 pemilik industri. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian diperoleh bahwa 1).Mengenai karakteristik industri penyulingan minyak atsiri diketahui sebagian besar pemilik industri memiliki pengalaman usaha sekitar 4 tahun bahkan lebih. Penerapan teknologi dan penyerapan sejumlah tenaga kerja juga telah dilakukan oleh pemilik industri tersebut. Modal awal yang digunakan untuk pembuatan industri penyulingan minyak atsiri rata-rata 21-25 juta rupiah dengan peningkatan modal sebagian besar industri mampu mencapai 30 % setiap tahunnya. 2).Pasokan bahan baku seperti nilam, daun cengkeh dan akar wangi yang diperoleh dari hasil perkebunan sendiri, petani setempat dan pengepul, cukup mengakomodasi kebutuhan industri. 3).Untuk pemasaran, hampir semua industri menjual hasil industrinya ke pengepul dan dalam setiap pemasaran dapat diketahui bahwa industri selalu meraup keuntungan yang besar. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek merupakan industri yang mapan, mandiri, dan memiliki tingkat produktivitas tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar produktivitas dan skala industri penyulingan minyak atsiri di Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek semakin ditingkatkan lagi. Pemerintah juga lebih memperhatikan perkembangan industri kecil dan menengah dengan memberikan bantuan yang diperlukan untuk pengembangan usaha industri.