SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Tembakau (Nicotianae Tabacum L.) Pada Lahan Karst Di Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk

Septianisa Anggun Perwitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Anggun, P., Septianisa. 2012. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk  Tanaman Tembakau (Nicotianae Tabacum L.) Pada Lahan Karst Di Kecamatasn Lengkong Kabupaten Nganjuk . Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Si. (II) Drs. H. Hendri Purwito, M. Si.

 

Kata kunci: evaluasi kesesuaian lahan, tembakau, karst 

Penggunaan sumberdaya lahan yang optimal dan sesuai dengan daya dukungnya hanya dapat dilakukan apabila tersedia informasi mengenai kesesuaian lahan . Tanaman tembakau yang dibudidayakan di Kecamatan Lengkong semakin berkurang, pabrik-pabrik tembakau yang dulu ada menjadi terbengkalai. Asumsi masyarakat, hal ini dikarenakan tembakau dari daerah ini kalah bersaing di pasaran dikarenakan faktor produksi yang kurang mendukung. RPJMD Kabupaten nganjuk menginginkan menjadikan daerah ini sebagai sentra produksi tembakau, namun belum ada evaluasi lahan pada daerah penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan daerah peneltian, dan untuk mengetahui sebaran kelas kesesuian lahan untuk budidaya tanaman tembakau.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Analisis data hasil penelitian menggunakan analisis deskriptif evaluatif . Teknik analisis data yang digunakan adalah matching antara karakteristik lahan dengan kriteria lahan dengan kelas kesesuaian lahan yang telah disusun oleh Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat tahun 2000.

Hasil penelitian menunjukkan daerah penelitian memiliki sebaran kelas kesesuaian lahan tidak sesuai untuk budidaya tanaman tembakau, dengan faktor pembatas yang cukup berat. Faktor pembatas tersebut antara lain ketersediaan air, dan retensi hara yang hampir sama pada setiap unit lahan. Untuk mengatasi faktor pembatas tersebut, dapat dibuat fasilitas irigasi untuk mengatasi faktor pembatas ketersediaan air. Sedangkan untuk faktor pembatas retensi hara, dapat diatasi dengan penambahan pupuk sesuai kebutuhan. Kelas kesesuaian lahan tidak sesuai (N) dengan  faktor pembatas ketersediaan air, sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas pH dan C-Organik pada lahan 2.Si.a yang memiliki luas 475,38 Ha.. Sedangkan kelas unit lahan 2.Si.b dengan luas 23,2 Ha memiliki kelas kesesuaian lahan tidak sesuai (N). 4.Si.a dengan kelas tidak sesuai (N), faktor pembatas ketersediaan air, dan pH seluas 1078,38 Ha. Dan 1,62 Ha unit lahan 4.Si.b memiliki kelas kesesuaian N( tidak sesuai). Semua unit lahan  memiliki fator pembatas yang sangat berat yakni ketersediaan air, pengadaan fasilitas irigasi tidak bisa meningkatkan kelas kesesuaian lahan  dari N (tidak sesuai) menjadi S3 (sesuai marginal). Perlu biaya yang cukup besar untuk mengatasi faktor pembatas dari semua unit lahan, oleh karenanya perlu pertimbangan secara matang untuk membudidayakan tanaman tembakau pada lahan seperti daerah penelitian.