SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Pengusaha Industri Keripik Tempe berbasis Produk Unggulan di Kota Malang

M. Yusriansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Yusriansyah, M. 2012. Karakteristik Pengusaha Industri Keripik Tempe berbasis Produk Unggulan di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Marhadi Slamet Kistianto, M.Si (II) Drs. Mustofa.

 

Kata Kunci : Industri kecil, Keripik Tempe, Kota Malang

Keripik tempe adalah olahan makanan ringan yang berbahan dasar tempe. Jenis makanan ringan ini sangat di gemari kebanyakan masyarakat di Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia menjadikan keripik tempe ini sebagai oleh-oleh atau buah tangan khas dari dari daerah tersebut, salah satunya Kota Malang. Hal ini juga ikut menunjang berkembangnya kegiatan di sektor industri dan bisnis pusat oleh oleh makanan yang salah satu produk unggulannya yaitu ”Keripik Tempe Khas Kota Malang”. Akan tetapi, terdapat penurunan pada industri keripik tempe, “akibat melambungnya harga kedelai yang menghambat pasokan bahan baku berupa tempe yang pada tahun 2007 masih mencapai 80-90 industri keripik tempe, di tahun 2010 menurun menjadi 65 industri kripik tempe”( Kanwil Disperindag, 2010). Hal ini terjadi karena terdapat masalah yang di hadapi industri ini, menurut Koperasi Tempe Tahu Indonesia perwakilan Malang antara lain tidak semua industri dapat melakukan promosi melalui media cetak, elektronik, ataupun internet, masalah aksesibilitas atau keterjangkauan dalam melakukan pemasaran ataupun distribusi produk yang membutuhkan biaya lebih dan alat transportasi yang memadai, pemasaran yang tidak merata karena terdapat beberapa industri kripik tempe yang kurang inovatif dan kreatif dalam meracik produknya, sehingga kurang begitu diminati di pasaran.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengusaha industri keripik tempe di Kota Malang, mengkaji keripik tempe yang menjadi produk unggulan di Kota Malang, dan mengkaji produktivitas industri keripik tempe di Kota Malang.

Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan survei dan studi deskriptif yang bersifat expost facto yaitu mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai faktor-faktor pendukung yang ada dalam penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling, sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis statistic deskripstif dan tabulasi silang.

Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Karakteristik pengusaha industri keripik tempe di Kota Malang secara umum memiliki jumlah pekerja 4-19, mempunyai aset industri tidak lebih dari 200 juta, serta omset tahunan yang tidak lebih dari satu miliar per tahunnya. 2) Keripik tempe menjadi produk unggulan di Kota Malang karena bahan yang mudah didapatkan dari usaha tempe masyarakat sekitar yang merupakan produk yang tidak tahan lama, agar tahan lama maka dibuatlah keripik tempe, keripik tempe mampu berkembang dari generasi ke generasi dengan inovasi berbagai aneka rasa, berdaya saing handal dengan produk yang berkualitas, memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal serta dipasarkan mulai dari kawasan regional, nasional, sampai internasional. 3) Produktivitas industri keripik tempe di Kota Malang tergolong tinggi, yaitu mencapai biaya operasional harian yang mereka butuhkan dalam sehari mencapai lebih dari 500 ribu, dan pendapatan per bulannya antara 10 juta hingga 20 juta.