SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MEMAHAMKAN MATERI GARIS DAN SUDUT MENGGUNAKAN LKS BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF MIKA PADA SISWA KELAS VII SMPN 18 MALANG

Ida Megawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Megawati, Ida. 2012. Memahamkan Materi Garis Dan Sudut Menggunakan LKS Berbantuan Media Manipulatif Mika Pada Siswa Kelas VII SMPN 18 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, FMIPA, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc, (II) Drs. Sudirman M.Si.

 

Kata Kunci : LKS, Media Manipulatif, Pemahaman Siswa

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pada tanggal 8 Februari 2012 dan analisis hasil rapor semester I, diketahui bahwa materi garis dan sudut dirasa guru cukup sulit untuk diajarkan dan sulit juga untuk diterima oleh siswa. Dalam pembelajaran materi tersebut, guru juga jarang menggunakan LKS khusus yang dapat mengajak siswa untuk lebih aktif dalam menemukan konsep, alat peraga, maupun bahan manipulatif sebagai penunjang. Yang digunakan hanya blackboard dan kapur tulis serta buku sebagai penunjang. Berdasarkan data nilai siswa kelas VII B semester satu pada mata pelajaran matematika(dengan banyaknya siswa pada 1 kelas adalah 41 orang), menunjukkan bahwa nilai-nilai matematika yang didapat siswa masih kurang dan 11 siswa masih belum tuntas. Kemudian berdasarkan wawancara terhadap 7 siswa SMP dari 5 sekolah yang berbeda, yang sudah pernah menempuh materi garis dan sudut, ditemukan bahwa lima dari 7 siswa menjawab bahwa bahwa materi garis dan sudut  termasuk materi yang sulit.

Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan, peneliti melakukan upaya perbaikan dengan menerapkan pembelajaran menggunakan LKS berbantuan media manipulatif. LKS pada penelitian ini dibuat berbeda dari LKS yang telah beredar pada umumnya. LKS pada penelitian ini, didalamnya menggunakan bantuan bahan manipulatif berupa mika yang berguna untuk mengkonkritkan cara menyampaikan materi yang abstrak.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah penelitian tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-B SMPN 18 Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2012 sampai 31 Mei 2012.  Proses analisis data diperoleh dari menelaah dokumen nilai siswa pada semester I, hasil wawancara, hasil observasi, dan hasil tes siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan langkah-langkah pembelajaran yang dapat Memahamkan Materi Garis dan Sudut Menggunakan LKS Berbantuan Media Manipulatif Mika pada Siswa Kelas VII SMPN 18 Malang. Berdasarkan hasil  tes siklus I yang diperoleh, ≥ 70 % dari siswa kelas VII B dapat mencapai ketuntasan dalam tes dengan SKM yang ditentukan dalam mata pelajaran matematika.  Akan tetapi persentase siswa yang tidak melakukan kesalahan konseptual, prosedural, dan kalkulasi pada tes masih dibawah 65%. Padahal pada penelitian ini, siswa dikatakan dapat memahami materi jika persentase siswa yang tidak melakukan kesalahan konseptual, prosedural, dan kalkulasi pada tes ≥ 65 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada siklus I pembelajaran belum dikatakan berhasil. Pada hasil tes siklus II yang diperoleh ≥ 70 % dari siswa kelas VII B dapat mencapai ketuntasan dalam tes dengan SKM yang ditentukan dalam mata pelajaran matematika dan persentase siswa yang tidak melakukan kesalahan konseptual, prosedural, dan kalkulasi pada tes lebih dari 65%. Ini berarti bahwa pembelajaran dengan menggunakan LKS berbantu media manipulatif mika pada siklus 2 berhasil.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diberikan beberapa saran antara lain (1) membiasakan kegiatan diskusi dan mempresentasikan hasil pekerjaan dan diskusi supaya siswa dapat terbiasa dengan kegiatan tersebut dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, (2) memperhatikan  pembagian waktu sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu, (3) Karena penerapan setiap langkah pembelajaran dengan menggunakan LKS berbantu media  manipulatif masih belum terlaksana dengan baik, sebaiknya dalam pembelajaran dan pembagian urutan pelaksanaan pada setiap langkah pembelajaran lebih dimaksimalkan yaitu dengan menjelaskan pada siswa dan mengatur dengan terstruktur kegiatan yang dilakukan siswa sehingga siswa lebih memahami materi yang disampaikan dan dapat menghindari kesalahan konsep.