SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Lingkungan Industri Kerajinan Gerabah di Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan

candra dewi noviana

Abstrak


ABSTRAK

 

Noviana, Candra Dewi. 2012. Kondisi Lingkungan Industri Kerajinan Gerabah di Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ach. Amirudin, M. Pd, (2) Drs. Timotius Suwarna, M. Pd.

 

Kata kunci: industri kerajinan gerabah, kondisi lingkungan, Desa Purwoasri.

Manusia merupakan komponen lingkungan paling dominan dalam mempengaruhi lingkungan yang memiliki peran ganda sebagai obyek dan subyek pembangunan. Pembangunan bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bagi manusia. Namun demikian pembangunan berupa kegiatan perindustrian berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Adanya industri kerajinan gerabah di Desa Purwoasri disebabkan oleh rendahnya tingkat keterampilan warga desa setempat untuk melakukan kegiatan usaha lain. Kegiatan industri kerajinan gerabah ini memungkinkan terjadinya degradasi lingkungan.

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mengetahui kondisi industri kerajinan gerabah di Desa Purwoasri serta kondisi lingkungan industri kerajinan gerabah di desa setempat. Penelitian ini merupakan penelitian sensus dimana seluruh pengrajin gerabah di Desa Purwoasri yang berjumlah 57 orang menjadi responden penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini perhitungan statistik sederhana, analisis rata-rata hitung (Mean), Modus, dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 43 tahun 1996 tanggal 25 Oktober 1996 berkaitan dengan kriteria kerusakan lingkungan bagi usaha atau kegiatan penambangan bahan galian golongan C.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Industri kerajinan gerabah di Desa Purwoasri merupakan industri yang melakukan kegiatan produksi sepanjang musim dan mengalami penurunan produksi pada musim penghujan. Industri ini mengalami perkembangan sejak direkomendasikan menjadi Desa Wisata pada Tahun 2000 dengan mulai memproduksi gerabah seni. Bahan baku gerabah berupa tanah sawah lapisan atas (topsoil). Cara mendapatkan tanah membeli kepada warga yang memiliki sawah di wilayah desa setempat. Pengangkutan tanah menggunakan mobil kijang. Sebagian besar masyarakat pengrajin sudah menjadi pengrajin gerabah lebih dari 15 tahun dengan bekerja antara 6-7 jam/hari. Sebagian besar masyarakat pengrajin tidak memiliki tenaga kerja. Sejumlah 63,2% masyarakat pengrajin gerabah memproduksi gerabah tradisional dan 36,8% memproduksi gerabah seni dan tradisional. Seluruh masyarakat pengrajin melakukan pembakaran gerabah secara mandiri dan dilakukan setiap satu bulan sekali. Dalam satu kali pembakaran gerabah membutuhkan kayu bakar 11-20 ikat kayu. Sebagian besar masyarakat pengrajin menjual gerabah kepada pengepul.

Kondisi lingkungan industri kerajinan gerabah di Desa Purwoasri menunjukkan adanya kerusakan lingkungan pada bekas galian bahan baku di sawah yang diambil lapisan tanah atas (topsoil) dan pada hutan akibat penebangan pohon yang dilakukan masyarakat pengrajin untuk pemenuhan bahan bakar dalam proses pembakaran gerabah. Pecahan gerabah tidak menyebabkan degradasi lingkungan tanah pada area yang luas. Limbah gas karbonmonoksida yang dihasilkan dalam proses pembakaran gerabah tidak menyebabkan pencemaran udara di sekitar tempat pembakaran karena terbawa oleh angin.