SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Aktivitas dan Pendapatan Pengrajin Meubel di Kabupaten Bondowoso

Liza Asri Safarina

Abstrak


i
ABSTRAK
Safarina, Liza.Asri. 2009. Studi Aktivitas dan Pendapatan Pengrajin Meubel di
Kabupaten Bondowoso. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM).
Pembimbing : (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu M. Si (II) Drs.
Marhadi Slamet Kistiyanto M.Si.
Kata Kunci : Aktivitas, Pendapatan, Pengrajin meubel
Industri meubel beroperasi dengan didukung tenaga kerja atau pengrajin
yang tetap. Pengrajin memiliki aktivitas kerja yang bervariasi sehingga
pendapatannya bervariasi pula. Pendapatan mereka yang berbeda ditiap jenis
pekerjaan dan juga masih tergolong rendah. Hal ini berpengaruh pada sumbangan
pendapatan yang diberikan pada keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan
dengan pengrajin meubel meliputi:(1)aktivitas;(2)pendapatan;(3)pemanfaatan
pendapatan;(4)faktor-faktor geografis yang mempengaruhi terhadap aktivitas dan
pendapatan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan 80 responden diantaranya 45 responden dari Kecamatan
Bondowoso dan 35 responden dari Kecamatan Binakal dengan menggunakan
metode angket sebagai alat prngumpul data. Pengambilan datanya menggunakan
3 metode yaitu: observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1)Aktivitas pengrajin industri
meubel di Kabupaten Bondowoso berdasarkan jenis pekerjaan pada umumnya
adalah pembuat sekaligus pendesain, dengan jam kerja rata-rata 7 sampai 8 jam
perhari. Pengalaman kerja pengrajin lebih dari 21 tahun dan paling sedikit adalah
kurang dari 1 tahun, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengrajin yang berusia
muda yaitu 22 sampai 37 tahun. Motivasi pengrajin bekerja sebagi pengrajin
adalah dari teman atau saudara. Pengrajin memiliki pekerjaan sampingan
misalnya tani, dagang dan wiraswasta, sistem pengupahan pengrajin adalah
borongan,(2) pengrajin meubel di Kabupaten Bondowoso memiliki pendapatan
pokok perhari, sedangkan pendapatan sampingan yang mereka peroleh tidak dapat
dihitung, (3) Besarnya sumbangan pendapatan para pengrajin kepada keluarga,
keluarga dan sekolah anak, yang tidak memiliki keluarga pendapatannya
digunakan untuk kebutuhan pribadi.(4)Faktor-faktor geografis yang
mempengaruhi aktivitas dan pendapatan pengrajin meubel di Kabupaten
Bondowoso adalah meliputi: jarak dari rumah ke tempat kerja, relief, alat
transportasi, kondisi cuaca serta hubungan kondisi cuaca dan pendapatan serta
aktivitas mereka.i
ABSTRAK
Safarina, Liza.Asri. 2009. Studi Aktivitas dan Pendapatan Pengrajin Meubel di
Kabupaten Bondowoso. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (UM).
Pembimbing : (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu M. Si (II) Drs.
Marhadi Slamet Kistiyanto M.Si.
Kata Kunci : Aktivitas, Pendapatan, Pengrajin meubel
Industri meubel beroperasi dengan didukung tenaga kerja atau pengrajin
yang tetap. Pengrajin memiliki aktivitas kerja yang bervariasi sehingga
pendapatannya bervariasi pula. Pendapatan mereka yang berbeda ditiap jenis
pekerjaan dan juga masih tergolong rendah. Hal ini berpengaruh pada sumbangan
pendapatan yang diberikan pada keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan
dengan pengrajin meubel meliputi:(1)aktivitas;(2)pendapatan;(3)pemanfaatan
pendapatan;(4)faktor-faktor geografis yang mempengaruhi terhadap aktivitas dan
pendapatan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan 80 responden diantaranya 45 responden dari Kecamatan
Bondowoso dan 35 responden dari Kecamatan Binakal dengan menggunakan
metode angket sebagai alat prngumpul data. Pengambilan datanya menggunakan
3 metode yaitu: observasi, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1)Aktivitas pengrajin industri
meubel di Kabupaten Bondowoso berdasarkan jenis pekerjaan pada umumnya
adalah pembuat sekaligus pendesain, dengan jam kerja rata-rata 7 sampai 8 jam
perhari. Pengalaman kerja pengrajin lebih dari 21 tahun dan paling sedikit adalah
kurang dari 1 tahun, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengrajin yang berusia
muda yaitu 22 sampai 37 tahun. Motivasi pengrajin bekerja sebagi pengrajin
adalah dari teman atau saudara. Pengrajin memiliki pekerjaan sampingan
misalnya tani, dagang dan wiraswasta, sistem pengupahan pengrajin adalah
borongan,(2) pengrajin meubel di Kabupaten Bondowoso memiliki pendapatan
pokok perhari, sedangkan pendapatan sampingan yang mereka peroleh tidak dapat
dihitung, (3) Besarnya sumbangan pendapatan para pengrajin kepada keluarga,
keluarga dan sekolah anak, yang tidak memiliki keluarga pendapatannya
digunakan untuk kebutuhan pribadi.(4)Faktor-faktor geografis yang
mempengaruhi aktivitas dan pendapatan pengrajin meubel di Kabupaten
Bondowoso adalah meliputi: jarak dari rumah ke tempat kerja, relief, alat
transportasi, kondisi cuaca serta hubungan kondisi cuaca dan pendapatan serta
aktivitas mereka.