SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Alih Fungsi Lahan Hutan Alam menjadi Hutan Pinus dan Tegalan terhadap Perubahan Erosi di Bagian Hutan Tretes BKPH Lawang Barat

Sri Puji Rahayu

Abstrak


ABSTRAK

 

Rahayu, Sri Puji. 2012. Pengaruh Alih Fungsi Lahan Hutan Alam menjadi Hutan Pinus dan Tegalan terhadap Perubahan Erosi di Bagian Hutan Tretes BKPH Lawang Barat. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya, M.Si, (II) Satti Wagistina, S.P, M.Si.

 

Kata Kunci: alih fungsi lahan, erosi, Bagian Hutan Tretes

 

Bagian Hutan Tretes merupakan bagian hulu DAS Welang yang dikelola oleh BKPH Lawang Barat dengan Kelas Perusahaan pinus. DAS Welang memiliki potensi sumberdaya air yang cukup tinggi yaitu sebesar 612,17 juta m3 per tahun. Namun pada tahun 2003, tercatat sebanyak 258,2 ha lahan hutan telah gundul. Laju alih fungsi lahan hutan alam di Bagian Hutan Tretes berlangsung cukup cepat. Alih fungsi lahan hutan yang dominan berupa alih fungsi hutan alam menjadi hutan pinus dan tegalan, padahal pinus dikenal sebagai tanaman yang boros air dan alih fungsi hutan alam menjadi tegalan dapat menurunkan evapotranspirasi sebesar 110 mm tiap 10% alih guna lahan. Berkurangnya hutan alam sebagai pengontrol hidrologi disekitarnya dapat meningkatkan aliran permukaan sehingga proses infiltrasi akan berkurang pula. Akhirnya, besarnya erosi yang terjadi sangat menentukan berhasil tidaknya suatu pengelolaan lahan. Untuk itu perlu dilakukan analisis berkaitan dengan alih fungsi lahan dan hubungannya dengan laju erosi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laju alih fungsi lahan hutan alam, hutan pinus dan tegalan terhadap perubahan laju erosi di Bagian Hutan Tretes. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparasi untuk membandingkan laju erosi antara hutan alam, hutan pinus dan tegalan. Laju alih fungsi lahan didapat melalui perbandingan luas lahan dari tahun ke tahun. Laju erosi diperoleh melalui pengukuran dilapangan menggunakan Rainfall Simulator kemudian diintegrasikan kedalam persamaan fisik Rose. Data laju alih fungsi lahan dan laju erosi yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis statistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) laju alih fungsi lahan di Bagian Hutan Tretes berlangsung cepat, selama enam tahun terakhir, hutan alam mengalami pengurangan sebesar 103,65 ha per tahun, sebaliknya hutan pinus dan tegalan bertambah sebesar 24,43 ha per tahun dan 79,22 ha per tahun, 2) laju erosi di hutan alam, hutan pinus dan tegalan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena alih fungsi lahan di Bagian Hutan Tretes telah terkontrol serta mengikuti kaidah konservasi, 3) Alih fungsi lahan di Bagian Hutan Tretes ternyata tidak meningkatkan laju erosi. Selama enam tahun terakhir, laju erosi telah berkurang 893,82 ton.