SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Strategi Pembelajaran Kontekstual REACT untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VII-B di SMP Mualimin Kabupaten Blitar.

SITI MASFIAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Masfiah, Siti. 2012. Penerapan Strategi Pembelajaran Kontekstual REACT untuk Meningkatkan  Hasil  Belajar  Geografi  Siswa  Kelas  VII-B  di  SMP Mualimin  Kabupaten  Blitar.  Skripsi,  Jurusan  Geografi,  Fakultas  Ilmu Sosial,  Universitas  Negeri Malang.  Pembimbing:  (I)  Drs.  Dwiyono  Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: strategi pembelajaran kontekstual REACT, hasil belajar geografi

 

Proses perbaikan mutu pendidikan yang dilakukan di sekolah masih banyak mengalami hambatan, salah satunya indikasinya pada hasil belajar siswa yang masih rendah.  Hasil  observasi  yang  telah  dilakukan  di  kelas  VII-B  SMP  Mualimin didapatkan nilai rata-rata hasil belajar siswa 37,63. Hanya satu siswa (5,26%) yang dapat  mencapai  tujuan  pembelajaran  yang  telah  ditetapkan  oleh  guru    dan selebihnya (94,74%) mendapat nilai dibawah KKM.

Rendahnya  hasil  belajar  ini  dipengaruhi  oleh  strategi  belajar  pembelajaran yang  dipakai  guru  kurang  tepat  dengan  materi  yang  diajarkannya, guru  banyak mengalami  kesulitan  memahami  materi  geografi  karena  guru  bukan  lulusan pendidikan  geografi,  sehingga  tidak  tahu  mana  materi  yang  benar  dalam  ilmu geografi  karena  penjelasan  dalam  buku  teks  berbeda-beda.  Selain  itu,  cara mengajar guru yang sama persis dengan buku yang dimiliki  siswa membuat siswa beranggapan  pelajaran  geografi  adalah  pelajaran  hafalan,  guru  menggunakan metode  ceramah,  mencatat,  tanyajawab  dan  penugasan  dikarenakan  terbatasnya sumber  belajar  dan  media  yang  ada  disekolah. Metode-metode  yang  digunakan tersebut  kurang mengajak  siswa  berfikir  kritis,  sehingga  pemahaman materi  yang dimiliki  siswa  kurang  dan  berdampak  pada  hasil  belajar  yang  rendah.  Berkaitan dengan hal tersebut, alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah hasil belajar yang  rendah adalah dengan menerapkan  strategi pembelajaran kontekstual REACT.

Penelitian  ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk memecahkan masalah di kelas dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B dengan jumlah siswa 19  orang,  pada  semester  genap  tahun  ajaran 2011/2012  di  SMP  Mualimin Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari  dua  kali pertemuan,  pertemuan  pertama  untuk  tindakan  pembelajaran  dan pertemuan  kedua  dilakukan  untuk  tes  hasil  belajar  siswa.  Pengumpulan  data dilakukan  dengan  menggunakan  lembar  catatan  lapangan  dan  observasi  saat pelaksanaan  tindakan, serta  tes  tulis di setiap akhir siklus. Analisis data diperoleh dari pengurangan skor nilai rata-rata hasil belajar siklus I dan siklus II, kemudian di buat persentase peningkatan hasil belajar dalam bentuk tabel dan grafik.

Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  penerapan  strategi  pembelajaran kontekstual REACT dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa pada materi gejala-gejala  yang  ada  di  atmosfer  dan  hidrosfer  serta  dampaknya  terhadap kehidupan  di  kelas VII-B  SMP Mualimin.  Strategi REACT terdiri  dari  kegiatan Relating  (mengaitkan materi  pembelajaran  dengan  pengalaman  yang  tidak  asing lagi  dalam  kehidupan  sehari-hari  siswa), Experiencing  (mengalami:  menggali, menemukan  dan  menciptakan  konsep  secara  mandiri  melalui  pengalaman pembelajaran  secara  langsung),  Applying  (menerapkan  materi  ke  konteks  yang bermanfaat  bagi  kehidupan), Cooperating  (bekerja  sama  untuk  berfikir  dan bertukar pendapat dalam pemecahan masalah) dan Transfering (memindahkan dan meratakan  pengetahuan  dari  siswa  satu  ke  siswa  lain).  Perolehan  pengetahuan yang dimiliki siswa dalam menerapkan strategi REACT membutikan bahwa adanya peningkatan  skor  hasil  belajar  dari  tindakan  ke  siklus  I meningkat  64,34%,  dan dari siklus I ke siklus II sebesar 27,23%.