SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS VII-A MTS NEGERI KANDAT KEDIRI

Ria Diana Wati

Abstrak


ABSTRAK

 

Wati, Ria Diana. 2012. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips untuk Meningkatkan Keaktifan Berkomunikasi Siswa dalam Pembelajaran Geografi Kelas VII-A MTs Negeri Kandat Kediri. Skripsi. Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Budi Handoyo, M. Si., (II) Drs. Hadi Soekamto, S.H, M. Pd, M. Si.

 

Kata Kunci: model pembelajaran talking chips, keaktifan berkomunikasi

 

Keterampilan berkomunikasi dalam pembelajaran Geografi memiliki peranan penting. Namun, keterampilan tersebut belum dikuasai siswa dengan baik.  Hasil observasi pada saat kegiatan diskusi menunjukkan, bahwa hanya 31.25% siswa kelas VII-A yang terampil berkomunikasi, sedangkan sebagian besar  68.75% belum dapat berkomunikasi dengan baik. Ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik tersebut  terjadi karena strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru belum membuat siswa aktif berkomunikasi.

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking chips. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan  refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VII-A sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah  lembar observasi keaktifan guru, angket respon siswa, format catatan lapangan, dan lembar observasi keaktifan siswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor keaktifan berkomunikasi siswa. Peningkatan keaktifan berkomunikasi siswa diketahui dengan membandingkan rata-rata skor keaktifan berkomunikasi siswa pada saat pra tindakan, siklus I, dan siklus II.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe talking chips dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa dari pra tindakan sampai siklus kedua. Pada pra tindakan hanya 31.25% meningkat menjadi 56.07% pada siklus I, dan 84.67% pada siklus kedua. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar model pembelajaran ini digunakan untuk meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa.