SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi Kesesuaian Lahan Daerah Bekas Rawa Untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung

Anita Eka Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Anita Eka. 2012. Evaluasi Kesesuaian Lahan Daerah Bekas Rawa Untuk Pengembangan Kawasan Permukiman di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS UM. Pembimbing (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd., M. Si, (II) Ir. Juarti, M.P

 

Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan, Rawa, Permukiman

 

Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung mempunyai luas wilayah 37,85 Km2. Wilayah ini memiliki topografi datar < 2% dan merupakan daerah bekas rawa sehingga perlu adanya evaluasi kesesuaian lahan khususnya lahan untuk permukiman, karena merupakan kawasan yang sangat potensial untuk dibangun kawasan permukiman. Evaluasi kesesuaian lahan memberikan penilaian tingkat kesesuaian lahan dengan mengidentifikasi dan membandingkan berbagai penggunaan lahan yang telah ada. Evaluasi kesesuaian lahan berguna untuk menduga dan memberikan informasi sampai seberapa besar suatu lahan yang mendukung produktivitas sebelum digunakan untuk kepentingan kebutuhan tertentu. Dengan adanya evaluasi lahan diharapkan sumber daya lahan tersebut tidak terbuang percuma dan berdaya guna lebih baik dan benar.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lahan daerah bekas rawa dan mengevaluasi karakteristik lahan daerah bekas rawa untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung berdasarkan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman, dengan metode survey dan pendekatan deskriptif evaluatif. Data primer yang dikumpulkan meliputi: kemiringan lereng, struktur tanah, tekstur tanah, drainase, kedalaman muka air tanah, tingkat pelapukan batuan, tingkat penggenangan/banjir, daya dukung tanah, permeabilitas, dan potensi kembang kerut tanah (index cole). Objek penelitian adalah daerah bekas rawa di Kecamatan Gondang, yang meliputi Desa Notorejo, Kendal, Sepatan, dan Tiudan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling peta unit lahan yang dihasilkan dari tumpang susun (overlay) tiga peta yaitu peta kemiringan lereng, peta penggunaan lahan, dan peta jenis tanah. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan (scoring) terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu kelas kesesuaian lahan cukup sesuai (S3) untuk unit lahan Al.1A, Al.1B, Al.1C, Al.1D, dan Al.1F. Kelas kesesuaian cukup sesuai (S3) dibedakan oleh faktor pembatas antara lain pada unit lahan Al.1B, Al.1D, dan Al.1F drainase jelek, tingkat pelapukan batuan, tekstur tanah, struktur tanah, permeabilitas, dan potensi kembang kerut tanah (index cole). Pada unit lahan Al.1A memiliki faktor pembatas drainase, tingkat pelapukan batuan, struktur dan permeabilitas, dan pada unit lahan  Al.1C memiliki faktor pembatas berupa drainase yang tergolong jelek, tingkat pelapukan batuan lapuk sempurna, struktur tanah gumpal membulat, permeabilitas sedang, dan daya dukung tanah sangat jelek.