SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengetahuan Mangrove dan Pendapatan Terhadap Sikap dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan

Dewi Nur Azizah

Abstrak


ABSTRAK

 

Azizah, Dewi Nur. 2009. Pengaruh Pengetahuan Mangrove dan Pendapatan Terhadap Sikap Masyarakat Petambak dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Didik Taryana. M. Si; Pembimbing (II) Dr. Ach. Amirudin M. Pd

 

Kata Kunci: pengetahuan mangrove, pendapatan, sikap dalam pelestarian hutan mangrove, petambak

 

Hutan mangrove di daerah pantai Brondong Kabupaten Lamongan telah mengalami kerusakan. Luas hutan mangrove di Lamongan adalah 68,50 Ha, hutan mangrove yang mengalami kerusakan mencapai 43 Ha, dan hanya 25,50 Ha mangrove yang masih baik (Dinas Kehutanan, 2006). Keadaan mangrove di Desa Labuhan masih relatif lestari daripada hutan mangrove di Desa Lohgung. Kerusakan ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan mangrove menjadi lahan tambak dan pemanfaatan mangrove oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari seperti sebagai kayu bakar, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.  

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, sumbangan efektif antara tingkat pengetahuan mangrove dan pendapatan terhadap sikap masyarakat petambak dalam pelestarian hutan mangrove, dan mengkaji perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa Lohgung.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei. Pengambilan sampel untuk desa dilakukan dengan teknik purpossive sampling. Pengambilan sampel responden menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel untuk responden adalah kepala keluarga petambak yang tinggal di sekitar hutan mangrove yang terdapat di desa Lohgung dan Labuhan. Sampel responden yang diambil sebanyak 106 orang. Sebanyak 31 orang petambak desa Lohgung dan 75 orang petambak dari desa Labuhan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah regresi berganda dan uji t dua jalur dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS version 13 for windows.

Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) ada pengaruh positif secara signifikan pengetahuan mangrove terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove dengan nilai t hitung sebesar 17,578 dengan nilai signifikan 0,000. (2) ada pengaruh positif secara signifikan pendapatan terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove nilai t hitung sebesar 6,704 dengan nilai signifikan 0,000. (3) ada sumbangan efektif dari pengetahuan sebesar 85,09% dan pendapatan memberikan sumbangan efektif sebesar 0,01% terhadap sikap dalam pelestarian hutan mangrove. (4) ada perbedaan pengetahuan mangrove, pendapatan, dan sikap masyarakat petambak di desa Labuhan dan desa lohgung.

Perlunya meningkatkan pengetahuan petambak tentang mangrove melalui pendekatan nonformal maupun formal. Untuk desa Labuhan yang sudah memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang baik terus dipertahankan ditingkatkan. Sedangkan daerah Lohgung yang cenderung memiliki pengetahuan mangrove, dan sikap yang lebih rendah perlu diberi perlakuan khusus agar meningkat.