SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Cooperative Learning Model Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IXG di SMPN 7 Malang pada Materi Unsur-Unsur Fisik dan Sosial Kawasan Asia Tenggara

Eri Edi Saputra

Abstrak


ABSTRAK

 

Saputra, Eri Edi. 2012. Penerapan Cooperative Learning Model Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IXG di SMPN 7 Malang pada Materi Unsur-Unsur Fisik dan Sosial Kawasan Asia Tenggara. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M. Pd, M. Si, (II) Drs. Johanis Paluin Buranda, M. Si.

 

Kata kunci: model TSTS, hasil belajar siswa

 

Berdasarkan    hasil observasi pada tanggal 15 November 2011 di kelas IXG SMP Negeri 7 Malang diketahui bahwa 27 siswa masih kurang aktif di dalam proses pembelajaran, dikarenakan kurang termotivasi dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matapelajaran IPS di SMPN 7 Malang diketahui bahwa nilai hasil belajar masih rendah dimana dari SKM yang ditetapkan, hanya 13 siswa yang memperoleh nilai lebih dari sama dengan 75 dan 19 siswa lainnya mendapat nilai kurang dari 75.

Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas IXG SMPN 7 Malang dengan jumlah 32 siswa, pada materi: Unsur-Unsur Fisik dan Sosial Kawasan Asia Tenggara. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa pada rata-rata persentase aktivitas kelas sebesar 37,03% pada siklus I meningkat menjadi 28,07% pada siklus II. Hasil penelitian tentang hasil belajar siswa kelas IXG SMPN 7 Malang juga mengalami peningkatan. Peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 5,34% meningkat menjadi 13,11% pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) pelaksanaan model TSTS di SMPN 7 Malang sudah terlaksana dengan baik yakni pada siklus I dan siklus II dengan seluruh sintak-sintak pembelajaran model TSTS sudah dilakukan, (2) pembelajaran dengan model TSTS mampu meningkatkan pengetahuan dan interaksi siswa, (3) penerapan model pembelajaran TSTS di kelas IXG SMPN 7 Malang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Saran yang diberikan yaitu: (1) guru harus melakukan pengelolaan kelas yang baik dengan menguasai kondisi kelas sehingga sintak dalam pembelajaran berjalan lancar dan terkendali, (2) guru harus bersikap tegas dalam menegur siswa yang gaduh dan memberi pertanyaan atau perlakuan khusus lain untuk siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran sehingga pembelajaran TSTS dapat mencapai tujuan pembelajaran, (3) soal test akhir siklus perlu diberi variasi agar dalam pelaksanaan test siswa tidak saling bertukar jawaban dan bekerjasama, (4) guru harus melakukan managemen waktu dalam pembelajaran TSTS agar setiap sintak dalam pembelajaran dapat berjalan optimal.