SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemetaan Tingkat Kenyamanan Pemukiman Berdasarkan Suhu Dan Kelembapan Di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar

Muhammad Saif Zulfa

Abstrak


ABSTRAK

 

Zulfa, Muhammad Saif. 2012. Pemetaan Tingkat Kenyamanan Pemukiman Berdasarkan Suhu Dan Kelembapan Di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwiyono Hari Utomo, M.Pd, M.Si, (II) Ir. Juarti, M.P.

 

Kata Kunci: tingkat kenyamanan, kawasan permukiman, suhu, kelembapan.

 

Iklim mikro merupakan salah satu iklim yang penggolongannya berdasarkan skala proses. Suhu dan kelembapan merupak dua faktor yang pembentuk iklim mikro. Suhu dan kelembapan di kwasan pemukiman akan berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan pemukiman Kawasan permukiman Kecamatan Sukorejo merupakan kawasan permukiman terpadat di Kota Blitar. Tingkat kepadatan permukiman yang cukup tinggi di Kecamatan Sukorejo ini berimplikasi terhadap suhu dan kelembapan di kawasan ini. Suhu dan kelembapan sebagai faktor pembentuk iklim mikro akan mempengaruhi secara langsung makhluk-makhluk hidup di ruang tersebut. Perkembangan Kecamatan Sukorejo mengakibatkan semakin berkurangnya luasan ruang terbuka hijau akan berpengaruh terhadap suhu dan kelembapan dalam kota itu sendiri. Semakin banyak berkurangnya ruang terbuka hijau maka temperatur akan semakin meningkatnya radiasi matahari. Perubahan iklim mikro dalam hal ini suhu dan kelembapan udara akan berimplikasi langsung terhadap tingkat kenyamanan kawasan permukiman. Kawasan permukiman di Kecamatan Sukorejo juga memiliki variasi keruangan yang berbeda, yakni kepadatan permukiman yang berbeda sehingga tingkat kenyamanan yang dihasilkan dari masing-masing kawasan juga berbeda.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat  kenyamanan kawasan pemukiman di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar berdasarkan suhu dan kelembapan. Objek penelitian adalah  kawasan permukiman di Kecamatan Sukorejo Kota Malang. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling ditentukan berdasarkan kepadatan permukiman, sehingga menghasilkan 7 sampel penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis diskriptif. Discomfort Index (DI), ditentukan dari hasil pengukuran temperatur dan kelembapan udara di setiap lokasi penelitian yang kemudian analisis dengan menggunakan rumus U.S. National Weather Service.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan per satuan waktu lokasi yang paling nyaman pada pagi hari berada di lokasi Kelurahan Tlumpu dengan kriteria tingkat kenyamanan masuk dalam kriteria sebagian tidak nyaman dengan nilai DI  79.5, sedangkan pada siang hari semua lokasi masuk dalam kriteria tidak nyaman dengan nilai DI paling rendah berada di Kelurahan Pakunden dan Turi sebesar 84, dan pada malam hari lokasi yang paling nyaman dengan kriteria tingkat kenyamanan sebagian tidak nyaman berada di Kelurahan Tlumpu dengan nilai Di 78.7. Untuk tingkat kenyamanan rata-rata pertempat semua titik sampel masuk dalam criteria tidak nyaman dengan nilai DI paling rendah yaitu 81.01 berada di Kelurahan Turi dan nilai Di paling tinggi yaitu 81.85 berada di Kelurahan Blitar.