SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Karakteristik Lingkungan Estuari di Pantai Selatan Kabupaten Jember

Nasobi Niki Suma

Abstrak


ABSTRAK

 

Suma, Nasobi Niki. 2012. Karakteristik Lingkungan Estuari di Pantai Selatan Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si., M.Si, (II) Drs. Hendri Purwito, M.Si

 

Kata kunci: karakteristik, lingkungan estuari, pantai selatan Jember 

 

Lingkungan estuari merupakan daerah pertemuan antara air tawar dari sungai dengan air asin dari laut yang memiliki 4 zona, yaitu Riverine Subsystem, Slough Subsystem, Bay Subsystem, dan Marine Subsystem. Lingkungan estuari ini sangat produktif dan juga rentan terhadap gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kabupaten Jember memiliki 3 lingkungan estuari di Pantai Selatan Jember. Aktivitas manusia disekitar lingkungan estuari di Jember sangat beragam, sehingga dapat menyebabkan lingkungan estuari rentan terhadap kerusakan. Estuari Mayang (Kec. Ambulu) penduduknya beraktivitas sebagai petani. Jarak yang terlalu dekat antara area persawahan dengan perairan estuari menyebabkan di daerah ini rentan terhadap kerusakan.  Aktivitas nelayan dan bangunan TPI terdapat di Estuari Bedadung (Kec. Puger), dengan sumbangan limbah 87,5 m3/hari. Sedangkan tambak terbesar di Jember terdapat di Estuari Mayang (Kec. Gumukmas) dengan luas 465 Ha. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat menyumbangkan limbah pencemaran bagi lingkungan estuari.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lingkungan estuari di Kabupaten Jember. Karakteristik tersebut berupa karakteristik fisik dan karakteristik gelombang. Metode yang digunakan survey dengan pendekatan deskriptif. Data primer yang dikumpulkan meliputi: kandungan DO, BOD, salinitas, kecerahan air, kecepatan angin dan periode gelombang laut. Data sekunder meliputi: peta jaringan sungai Kabupaten Jember, peta penggunaan lahan, peta geologi, peta lokasi penelitian, kadar sedimen sungai, dan debit sungai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pembagian 4 sistem estuari. (Rositasari, 1994:28)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik Estuari Mayang memiliki sedimen pasir sangat halus (Very Fine Sand), debit sungai rata-rata 8086,446 (m3/detik), kecerahan air lebih dari 25 pada zona A dan zona B, salinitasnya bertipe Well Mixed, tidak memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Estuari Bedadung memiliki sedimen liat (Clay), debit sungai rata-rata 15329,23 (m3/detik), memiliki kecerahan air lebih dari 25 cm pada zona A dan zona B, salinitasnya bertipe Partially Mixed, memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L di zona Riverine Subsystem dan Bay Subsystem dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Estuari Tanggul memiliki sedimen lumpur (Silt), debit sungai rata-rata 10423,47 (m3/detik), memiliki kecerahan air kurang dari 25 cm pada zona A dan zona B, salinitasnya bertipe Well Mixed, memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L di zona Bay Subsystem dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Karakteristik gelombang pada Estuari Mayang, Bedadung dan Tanggul sama-sama memiliki sifat konstruktif (membangun pantai).