SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2009

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL DUA TINNGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANDUNG TULUNGAGUNG

RIA TITIS SUSANTIKA

Abstrak


ABSTRAK

 

Susantika, Ria Titis. 2009. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung. Skripsi, Jurusan Geografi, FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd.

 

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray), hasil belajar.

 

Pendidikan merupakan salah satu ukuran kualitas kehidupan bangsa, karena tingkat pendidikan dapat menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Saat ini pendidikan di Indonesia mengalami perubahan menuju perbaikan. Bentuk usaha tersebut adalah perubahan kurikulum. Perubahan paradigma pembelajaran dari Kurikulum 2004 menjadi KTSP adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada murid (student centered). Pembaharuan proses pendidikan umumnya dititikberatkan pada metode mengajar. Pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan KTSP adalah pembelajaran konstruktivistik, dimana siswa dituntut berperan aktif dalam pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada konstruktivis adalah pembelajaran kooperatif. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) terhadap hasil belajar geografi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan mengambil subjek penelitian dua kelas yaitu kelas VII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-E sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes untuk pratest dan pascatest. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan yang diselesaikan dengan bantuan komputer program SPSS 13.0 for Windows.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari analisis data diketahui bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 19,63 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 11,67 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Dengan demikian nilai probabilitas 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bandung Tulungagung.

Disarankan bagi guru geografi dapat menggunakan model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) sebagai alternatif dalam merencanakan proses pembalajaran karena dapat meningkatkan hasil balajar siswa. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan model Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) pada materi selain pola permukiman penduduk, penggunaan lahan dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.