SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP SISWA KELAS VIII C SMPN 9 MALANG

Binana Nazsrulin

Abstrak


ABSTRAK

 

Nazsrulin, Binana. 2012. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Geografi pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup Siswa Kelas VIII C SMPN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd.

 

Kata Kunci: penerapan, Problem Based Learning, kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar.

 

Upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia salah satunya dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah menetapkan standar ketuntasan minimal yang harus dicapai dalam pembelajaran, baik standar ketuntasan minimal untuk keterampilan proses maupun hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan  hasil observasi awal terhadap hasil belajar siswa, ketuntasan pembelajaran Geografi di SMPN 9 Malang hanya mencapai 60,53% dan belum memenuhi standar ketuntasan minimum 75%. Ketuntasan hasil belajar siswa belum tercapai, selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa di kelas. Hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki siswa sangat rendah yaitu 21,05%.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar Geografi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus pembelajaran yang masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII C SMP Negeri 9 Malang pada bulan September 2011, dan data yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kemampuan memecahkan masalah yang dimiliki siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I ,dan dari siklus I ke siklus II. Besarnya peningkatan yang pertama adalah 44,74%, yaitu dari 21,05% pada pra tindakan menjadi 65,79% pada siklus I. Peningakatan yang kedua sebesar 26,32%, yaitu dari 65,79% pada siklus I menjadi 92,11% pada siklus II. Selain kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar Geografi siswa juga mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar ranah kognitif yang pertama adalah 21,05%, yaitu dari 60,53% pada pra tindakan menjadi 81,58% pada siklus I. Peningkatan kedua sebesar 9,53%, yaitu dari 81,58% padasiklus I menjadi 91,11% pada siklus II. Peningkatan pada ranah afektif  yang pertama adalah 39,48%, yaitu dari 55,26% pada pra tindakan menjadi 94,74% pada siklus I.Peningkatan kedua mencapai 5,25%, yaitu dari94,74% pada siklus I menjadi 99,99% pada siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar Geografi setelah diterapkan pembelajaran kooperatif model Problem Based Learning. Disarankan kepada para guru Geografi untuk mencoba menerapkan model Problem Based Learning agar kualitas pembelajaran Geografi semakin meningkat. Kepada pihak sekolah disarankan agar memberikan fasilitas yang menunjang keberhasilan penerapan model tersebut di sekolah.