SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI ATMOSFER SISWA KELAS X-6 SMA NEGERI 3 BLITAR

Rafika Widyawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Widyawati, Rafika. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif  Model Jigsaw untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Geografi pada Materi Atmosfer Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing: (I) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd., (II) Purwanto, S.Pd, M.Si.

 

Kata Kunci: kualitas pembelajaran,pembelajaran kooperatif model Jigsaw, aktivitas, hasil belajar

 

Rendahnya kualitas pembelajaran merupakan bukti kurang berhasilnya proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat sehingga berpengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa.Berdasarkan observasi awal yang dilakukan selama proses pembelajaran Geografi siswa kurang aktif, rata-rata skor aktivitas siswa rendah yaitu 24,8. Rendahnya aktivitas siwa tersebut mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa hanya 55,34 dan ketuntasan klasikalnya hanya 36%.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsawpada Kompetensi Dasar Menganalisis Perubahan Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan di Muka Bumi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Blitar. Subjek penelitian kelas X-6 dengan jumlah siswa 31. Pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, dan tes tulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan rata-rata skor aktivitas dan hasil belajar pada saat observasi awal, Siklus I, Siklus II, dan siklus selanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor aktivitas siswa meningkat dari observasi awal ke Siklus I, dan dari Siklus I ke Siklus II. Rata-rata skor aktivitas siswa pada observasi awal adalah 24,8, kemudian mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 44,7 dan mencapai 55,5 pada Siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar siswa pada observasi awal adalah 55,34 mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 73,2 dan pada Siklus II meningkat menjadi 80,4. Ketuntasan klasikal pada saat observasi awal adalah 36%, mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 58% dan meningkat menjadi 88% pada Siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X-6 SMA Negeri 3 Blitar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikemukakan saran sebagai berikut; (1) ketika menerapkan pembelajaran kooperatif model Jigsaw, guru harus menjelaskan langkah-langkah model Jigsawdengan jelas kepada siswa agar siswa paham dengan langkah-langkah Jigsaw dalam proses pembelajaran berlangsung, (2) guru harus menentukan posisi duduk setiap kelompok, sehingga siswa tidak bingung lagi ketika mencari kelompoknya baik pada saat perpindahan ke kelompok asal maupun perpindahan ke kelompok ahli, (3) karena pada model Jigsaw siswa harus dua kali berpindah kelompok, guru harus dapat mengelola waktu dengan baik dan memotivasi siswa untuk tetap fokus pada pembelajaran sehingga waktu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.