SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DI SMAN 3 LAMONGAN

Eka Sayekti Setyaningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyaningrum, Eka Sayekti. 2011. Upaya Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X dengan Penerapan Model Pembelajaran  Student Facilitator and Explaining (SFAE) di SMA Negeri 3 Lamongan. Skripsi. Jurusan Geografi Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si (II) Drs. Timotius Suwarna, M.Pd,

 

Kata Kunci: model pembelajaran SFAE, keaktifan, hasil belajar

 

Rendahnya kualitas pembelajaran merupakan bukti kekurang berhasilan dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh model pembelajaran yang diterapkan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga berpengaruh terhadap keaktifan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi awal didapatkan data bahwa keaktifan siswa masih rendah, rata-rata skor keaktifan 21,45 dengan persentase capaian skor sebesar 47,67%. Rendahnya keaktifan tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 57,55 dengan ketuntasan klasikal sebesar 35%. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model SFAE.

Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran SFAE untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada Kompetensi Dasar dalam penelitian ini adalah “Menganalisis Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan”. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X.5 SMA Negeri 3 Lamongan dengan jumlah siswa sebanyak 34. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, dan tes tulis. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar observasi, dan soal tes tertulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan hasil observasi awal, Siklus I, Siklus II, dan siklus selanjutnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model SFAE. Pada observasi awal rata-rata skor keaktifan mencapai 21,45 dengan persentase capaian skor sebesar 47,67%, sedangkan pada Siklus I rata-rata skor keaktifan meningkat menjadi 34,54 dengan persentase capaian skor sebesar 76,76%. Setelah dilaksanakan Siklus II rata-rata skor keaktifan siswa meningkat menjadi 40,12 dengan persentase capaian skor sebesar 89,16%. Penerapan model SFAE juga meningkatkan hasil belajar siswa. Secara berturut-turut rata-rata nilai hasil belajar siswa pada observasi awal adalah 57,55 pada Siklus I meningkat menjadi 73,04 dan pada Siklus II meningkat menjadi 81,40. Sedangkan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada saat observasi awal sebesar 35%. Pada Siklus I meningkat menjadi 70%, dan pada Siklus II meningkat lagi menjadi 88%.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SFAE dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Disarankan bagi guru geografi SMA Negeri 3 Lamongan untuk menerapkan model pembelajaran SFAE sebagai alternatif  model pembelajaran geografi dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.