SKRIPSI Jurusan Geografi - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS GEOGRAFI KELAS VII E DI SMP NEGERI 9 MALANG

Hapsari Dwi Sulaksmi

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulaksmi, Hapsari Dwi. 2011. Penerapan Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Geografi Kelas VII B SMP Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudarno Herlambang, M.Si, (II) Drs. Budi Handoyo, M. Si.

 

Kata Kunci: model Teams Games Tournament, keaktifan belajar siswa

 

Hasil observasi yang dilakukan di kelas VII E SMP Negeri 9 Malang menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa masih tergolong rendah. Diketahui 70% siswa terlihat pasif. Pada saat pembelajaran siswa kurang mendengarkan penjelasan guru. Ketika guru memberi pertanyaan, siswa tidak menjawab dan kurang merespon. Selain itu, siswa melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keaktifan dalam pembelajaran yakni, bermain sendiri dan mengganggu teman yang lain.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran TGT untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus. Tiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E semester gasal tahun ajaran 2011-2012 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data  dalam penelitian ini meliputi observasi dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi keaktifan siswa dan format catatan lapangan. Analisis data pada lembar observasi keaktifan terdiri dari 6 indikator keaktifan antara lain: visual activities, oral activities, listening activities, writing activities, mental activities, dan emotional activities. Penilaian keaktifan belajar siswa diukur dengan rentangan skor 1-3 pada tiap indikatornya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa dari siklus I ke siklus II meningkat. Keaktifan belajar siswa secara klasikal pada siklus I mencapai 65% dan pada siklus II mencapai 85%. Dari hasil penelitian ini, disarankan bagi guru IPS geografi untuk menerapkan model pembelajaran TGT sebagai alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa.  Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melaksanakan penelitian sejenis dalam rangka memperbaiki ataupun memberikan inovasi baru pada penelitian yang sudah pernah dilaksanakan dengan subjek yang berbeda.